Rabu 16 Mar 2022 12:50 WIB

Kedaluwarsa Vaksin Diperpanjang, DKI: Kami Ikut BPOM

Sesuai rekomendasi BPOM, Wagub DKI yakin vaksin tak timbulkan efek negatif

Rep: Zainur Mahsir Ramadhan/ Red: Ichsan Emrald Alamsyah
Tenaga kesehatan menunjukkan ampul vaksinasi booster di Kantor Bank DKI Kantor Layanan Juanda, Jakarta Sabtu (5/3).Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria, menyoroti Badan Pengawas Obat Makanan (BPOM) yang memperpanjang masa kedaluwarsa vaksin Covid-19. Menurutnya, pihak dia akan mengikuti arahan para ahli di BPOM.
Foto: Dok Bank DKI
Tenaga kesehatan menunjukkan ampul vaksinasi booster di Kantor Bank DKI Kantor Layanan Juanda, Jakarta Sabtu (5/3).Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria, menyoroti Badan Pengawas Obat Makanan (BPOM) yang memperpanjang masa kedaluwarsa vaksin Covid-19. Menurutnya, pihak dia akan mengikuti arahan para ahli di BPOM.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria, menyoroti Badan Pengawas Obat Makanan (BPOM) yang memperpanjang masa kedaluwarsa vaksin Covid-19. Menurutnya, pihak dia akan mengikuti arahan para ahli di BPOM.

“Kalau BPOM meyakini tidak ada masalah, kami ikut BPOM. Kita ikut saja apa yang menjadi kebijakan,” kata Riza kepada awak media di Balai Kota DKI, kemarin malam.

Baca Juga

Riza menambahkan, layaknya makanan dengan masa kedaluwarsa habis yang tidak bisa dikonsumsi kembali, obat juga demikian. Namun, jika BPOM, kata dia, menawarkan perpanjangan masa kedaluwarsa, maka diyakini tidak memberikan dampak negatif.

“Jadi tidak masalah ya, kami mengikuti,” katanya.

Dengan demikian, lanjut Riza, menunjukkan penyediaan vaksinasi mumpuni dari Pemerintah Pusat harus dibantu dengan adanya percepatan vaksinasi oleh semua pemda. Dia tak menampik jika minat vaksinasi booster di DKI kian menurun. Tetapi, katanya, DKI termasuk provinsi dengan penyerapan dan penggunaan vaksin terbaik.

“Kami minta semua pihak mendukung pelaksanaan vaksin booster. Pasti kita juga akan terus proaktif,” kata Riza.

Menurut dia, pelaksanaan itu, akan tetap dilakukan dengan dukungan pihak swasta hingga TNI-Polri. Sebab, vaksinasi tahap ketiga tersebut menjadi kebutuhan bersama mencapai tahap endemi di Indonesia.

“Apalagi diberikannya secara gratis. Harusnya masyarakat berbondong-bondong memastikan. Apalagi kita tau Omicron itu penularannya lebih cepat salah satu kuncinya adalah vaksin booster,” jelasnya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement