Ahad 30 Jan 2022 16:10 WIB

Pergerakan Tanah Sebabkan Rumah Warga Ambles di Lebak

Di sejumlah wilayah rawan alami pergerakan tanah karena dekat dengan aliran sungai.

Warga melihat kondisi bangunan pesantren yang tertimpa material longsor di Kampung Cipendeuy, Lebak, Banten, Sabtu (11/12/2021). Tebing sepanjang sekitar tiga meter longsor pada Sabtu (11/12/2021) dini hari yang menimpa pesantren saat hujan lebat dan menyebabkan satu orang santri meninggal dunia.
Foto: Antara/Muhammad Bagus Khoirunas
Warga melihat kondisi bangunan pesantren yang tertimpa material longsor di Kampung Cipendeuy, Lebak, Banten, Sabtu (11/12/2021). Tebing sepanjang sekitar tiga meter longsor pada Sabtu (11/12/2021) dini hari yang menimpa pesantren saat hujan lebat dan menyebabkan satu orang santri meninggal dunia.

REPUBLIKA.CO.ID, LEBAK -- Hujan yang turun pada Kamis (27/1) menyebabkan pergerakan tanah yang mengakibatkan rumah milik warga ambles sedalam 1,5 meter di Desa Cilangkap, Kecamatan Kalanganyar, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten.

"Beruntung, bencana alam itu tidak menyebabkan korban jiwa maupun korban luka," kata Udin (55), warga Cilangkap yang rumahnya ambles, Sabtu.

Baca Juga

Karena rumahnya ambles akibat pergerakan tanah yang terjadi pada area sepanjang 450 meter, Udin dan keluarganya mengungsi ke rumah orang tua.

Menurut Udin, tanda-tanda pergerakan tanah sudah terlihat sejak sepekan lalu. Sehingga dia dan keluarganya memutuskan untuk mengungsi ke rumah orang tua yang berada tidak jauh dari rumahnya.

"Kami tidak bisa membayangkan jika ditempati rumah itu dipastikan menimbulkan korban," kata Udin.

Dia mengaku menanggung kerugian sekitar Rp 250 juta karena rumahnya ambles. "Kami tentu bingung untuk kembali membangun rumah, karena kondisi sekarang kesulitan ekonomi," katanya.

Menurut Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Lebak Febby Rizky Pratama, wilayah Kecamatan Kalanganyar, Cimarga, Muncang, Sajira, Cipanas, Lebak Gedong, Curugbitung, Bojongmanik, Cirinten, dan Banjarsari rawan mengalami pergerakan tanah karena berada dekat dengan aliran sungai.

"Kami mengimbau warga yang berada di sekitar bantaran sungai agar waspada jika hujan deras," kata Febby.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement