Kamis 27 Jan 2022 04:30 WIB

Tak Rela Prabowo Dihina, Sekelompok Warga Sampang Laporkan Edy Mulyadi

Laporan ditolak Polres Sampang, karena dinilai sudah ada aduan sejenis di daerah lain

Azam Khan (kanan) dan Edy Mulyadi (tengah)
Foto: Tangkapan layar Bang Eddy Channel
Azam Khan (kanan) dan Edy Mulyadi (tengah)

REPUBLIKA.CO.ID, SAMPANG  -- Warga yang tergabung dalam "Taretan Berbuat Madura" mendatangi Mapolres Sampang, Jawa Timur, untuk melaporkan Edy Mulyadi yang diduga melakukan penghinaan terhadap Menteri Pertahanan Prabowo Subianto. Menurut Sekretaris "Taretan Berbuat Madura" Prasetyo Lukman Hakim di Sampang, Rabu (26/1/2022), pihaknya melaporkan Edy Mulyadi atas dugaan pelanggaran Undang-Undang Internet dan Transaksi Elektronik (ITE) di akun MimbarTube.

Laporan tersebut menyusul pernyataan Edy Mulyadi yang viral di media sosial pada 18 Januari 2022."Kami menilai pernyataan itu mengandung unsur penghinaan, fitnah dan pencemaran nama baik Bapak Prabowo," kata dia.

Baca Juga

Lukman menuturkan, pernyataan Edy juga menimbulkan kegaduhan masyarakat.

Untuk itu, is berinisiatif untuk mendorong pihak Kepolisian Resor Sampang mengusut tuntas terkait dugaan pelanggaran tersebut.

 

Namun pelaporan ini ditolak oleh pihak Kepolisian dengan alasan kasus tersebut sudah dilaporkan oleh masyarakat di daerah lain dengan kasus yang sama."Meskipun ditolak, langkah ini merupakan upaya kami untuk stabilitas bangsa dan negara agar ke depan tidak terjadi hal serupa, mengingat adanya unsur dugaan penghinaan, kebencian," kata Lukman.

Kasubbag Humas Polres Sampang Iptu Sunarno membenarkan adanya masyarakat yang datang ke Mapolres Sampang untuk melaporkan kasus dugaan penghinaan yang dilakukan oleh Edy Mulyadi terhadap Menteri Pertahanan Prabowo Subianto."Memang benar ada laporan, akan tetapi tadi sudah dijelaskan oleh pimpinan kepada pelapor bahwa kasus tersebut telah dilaporkan sehingga tidak perlu lagi ada laporan serupa," katanya.

Seperti diketahui, pemilik akun Youtube Bang Eddy, Edy Mulyadi mengkritik keras Menhan Prabowo Subianto yang dinilai tidak mengerti menjaga kedaulatan negara. Hal itu terkait dengan pemindahan ibu kota negara dari Jakarta ke Kalimantan yang dianggap Edy akan menguntungkan pengembang China.

 

"Masa Menteri Pertahanan gini aja nggak ngerti sih? Menteri Pertahanan jenderal bintang tiga. Macan yang jadi kaya mengeong, nggak ngerti begini aja. Ini sih bicara kedaulatan negara boss. Gila, gebleknya kelewatan gitu lho," ungkap Edy lewat akun Youtube-nya.

sumber : Antara
Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement