Senin 20 Dec 2021 18:29 WIB

Sebanyak 18 Desa di Jabar Masih Tergolong Desa Tertinggal

Yang paling banyak desa tertingalnya itu ada di wilayah Tasikmalaya.

Rep: Arie Lukihardianti/ Red: Andi Nur Aminah
Pembangunan jalan desa di sebuah desa (ilustrasi)
Pembangunan jalan desa di sebuah desa (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Provinsi Jawa Barat berkomitment untuk terus mengembangkan semua desa yang ada di Jabar. Menurut Kepala Dinas DPMD Jawa Barat Dicky Saromi, hingga saat ini di Jabar, memang masih ada desa tertinggal.

Namun, kata Dicky, progres Pemerintah Provinsi Jawa Barat dibawah kepemimpinan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil terus mengalami peningkatan yang pesat dalam mengatasi Desa Tertinggal. "Sebelumnya jumlah Desa Tertinggal itu mencapai 929 desa, namun sejak masa pak Gubernur kini tinggal 18 desa lagi, mudah mudahan itu bisa segera diatasi," ujar Dicky kepada wartawan, Senin (20/12).

Baca Juga

Saat ini, kata dia, ada sekitar 18 desa yang statusnya masih tertinggal. Desa tersebut tersebar di beberapa daerah di antaranya Tasikmalaya, Cianjur dan Kerawang. "Yang paling banyak itu ada di wilayah Tasikmalaya," katanya.

Menurut Dicky, ada dua pendekatan yang dilakukan DPMD Jabar dalam menanggulangi desa tertinggal. Yakni, baik secara langsung maupun tidak langsung. Khususnya melalu program Gerbang Desa.

"Pemprov Jabar terus mendorong agar desa desa di Jabar ini menjadi desa mandiri, bahkan saat ini pun Jabar menjadi wilayah yang paling banyak desa mandirinya," katanya.

Selain itu, menurut Dicky, pihaknya mendorong potensi wisata pedesaan dalam mengembangkan program desa wisata. Salah satunya, melalui pola kolaborasi, baik dengan masyarakat, swasta maupun unsur pemerintah.

"Tentunya untuk mendorong potensi wisata di pedesaan ini, kita akan berkolaborasi dengan berbagai pihak. Termasuk dengan Disparbud Jabar dan Diskominfo Jabar, sehingga itu bisa menjadi industri wisata dan paket wisata yang tingkat kunjungannya cukup tinggi," ujarnya.

Dalam hal itu, kata Dicky, DPMD Jabar akan mendorong tiga aspek. Antara lain atraksi, amenitas dan aksesibilitas. Termasuk juga melalui e commerce dengan kerja sama dengan pihak swasta, seperti halnya melalui CSR Shopee Center.

"Itu salah satu yang kita lakukan sehingga orang pun bisa tahu potensi wisata tersebut," jelas Dicky yang didampingi Wahyudin Sekretaris Dinas DPMD Jabar.

Dicky mengatakan, selain mendorong melalui program Desa Wisata, DPMD jabar pun terus mendorong pengembangan desa dengan berbagai program yang ada di Gerakan Pembangunan Desa (Gerbang Desa). Seperti halnya dorongan ekonomi masyarakat melalui Bumdes, pihaknya terus mendorong agar setiap desa memiliki Bumdes.

 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement