Rabu 08 Dec 2021 11:59 WIB

Polsek Ajak Pimpinan Ormas Ubah Posko Jadi Pos Siskamling

Posko ormas di Tambora dan Kembangan, Jakbar jadi pos sikamling dan tempat ibadah.

Rep: Antara/ Red: Erik Purnama Putra
Anggota ormas mengubah pos menjadi tempat ibadah di Jakarta Barat.
Foto: Antara
Anggota ormas mengubah pos menjadi tempat ibadah di Jakarta Barat.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Jajaran Polsek Tambora mengajak pimpinan organisasi kemasyarakatan (ormas) di wilayah Tambora, Jakarta Barat, untuk merombak posko menjadi pos sistem keamanan keliling (siskamling) bagi warga setempat. Hal tersebut dilakukan guna mencegah adanya gesekan antar ormas dan menggunakan posko lebih bermanfaat bagi warga.

"Sebanyak 10 titik posko atau gardu telah dilakukan penertiban oleh masing-masing ketua ormas secara kesadaran sendiri, " kata Kapolsek Tambora, Kompol Faruk Rozi saat dikonfirmasi di Jakarta, Rabu (8/12).

Baca Juga

Faruk mengatakan, pengurus ormas secara mandiri mengecat posko dan menurunkan atribut, seperti bendera dan spanduk. Selain itu, Faruk mengimbau seluruh pengurus ormas yang ada di kawasan Tambora untuk bekerja sama menjaga keamanan warga. Dia juga berharap, kehadiran ormas memberikan rasa aman bagi warga.

Hal yang sama dilakukan Kapolsek Kembangan Kompol Khoiri yang mengajak ormas mengubah posko menjadi rumah ibadah yang bisa digunakan warga setempat. "Ada yang kita alih fungsikan seperti di RW 3 itu ada pos FBR, kita alih fungsikan sebagai mushala dan menjadi majelis taklim," kata Khoiri.

Total ada 15 posko ormas yang akan dialihfungsikan sebagai rumah ibadah. Ke-15 posko tersebut menjadi rumah ibadah berdasarkan persetujuan dari pihak ormas. Selain itu, pihaknya juga tengah menurunkan bendera lambang ormas yang tertempel di kawasan Kembangan, Jakbar.

Bendera ormas hanya boleh berkibar dalam kurun waktu tiga hari selama menggelar acara tertentu. Jika tidak ada kegiatan apapun, bendera ormas harus diturunkan berdasarkan Perda Nomor 8 Tahun 2007 tentang Ketertiban Umum. "Hari ini sudah 30-an bendera kita turunkan. Kegiatan ini tidak ada tenggat waktu, jadi akan terus bergulir," ujar Khoiri.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement