Selasa 07 Dec 2021 19:14 WIB

Teknis Booster dan Vaksin Anak Sudah Disiapkan

Pemerintah tinggal menunggu kepastian vaksinnya.

Rep: Dian Fath Risalah/ Red: Fuji Pratiwi
Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan (Kemenkes), dr Siti Nadia Tarmizi. Kementerian Kesehatan sudah menyusun teknis persiapan pemberian dosis ketiga atau booster dan vaksin untuk anak usia 6-12 tahun.
Foto: Dok BNPB
Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan (Kemenkes), dr Siti Nadia Tarmizi. Kementerian Kesehatan sudah menyusun teknis persiapan pemberian dosis ketiga atau booster dan vaksin untuk anak usia 6-12 tahun.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmizi, mengatakan, saat ini Kementerian Kesehatan sudah menyusun teknis persiapan pemberian dosis ketiga atau booster dan vaksin untuk anak usia 6-12 tahun.

"Kalau persiapan teknis sudah tinggal kepastian vaksinnya. Semoga segera Desember ini kita dapat kepastian," kata Nadia kepada Republika, Selasa (7/12).

Baca Juga

Nadia menambahkan, vaksin booster secara kajian ilmiah memang dibutuhkan karena efektivitas vaksin mengalami penurunan. Namun, untuk situasi ini, Nadia menegaskan meski, sudah mengalami penurunan tetap ada nilai proteksi.

"Kita tahu, selain memakai masker dan melaksanakan protokol kesehatan, adalah efektivitas vaksin untuk melawan virus. Sehingga tidak ada celah bagi virus masuk ke tubuh kita, memperbanyak diri bahkan bermutasi," kata Nadia menjelaskan.

 

Dengan tidak memberikan cela artinya semua orang sesuai dengan sasaran harus divaksin, atau minimal 70 persen orang sudah divaksin. Untuk itulah mengapa pemerintah harus memastikan orang yang belum divaksin untuk segara mendapatkan vaksin.

"Nanti kalau semua sudah mendapatkan vaksin dengan asas kesetaraan. Karena WHO mengatakan jangan negara-negara yang mempunyai stok vaksin berlebih itu memulai vaksinasi sampai dosis tambahan karena masih banyak negara-negara lain yang belum mendapatkan vaksinasi," kata Nadia.

Untuk vaksin anak usia 6-12 tahun, saat ini pemerintah masih berusaha untuk mendapatkan vaksinnya. "Kami sedang mengupayakan vaksinnya moga-moga Desember ini kami sudah mendapatkan kepastian khususnya vaksin Sinovac dan mungkin BPOM juga berencana untuk mengeluarkan izin penggunaan darurat untuk jenis vaksin lain sehingga tentunya akan memperbanyak pilihan ketersediaan vaksin untuk anak-anak," ujar Nadia.

Nadia menekankan, vaksin untuk anak usia 6-12 tahun sangatlah penting untuk perlindungan anak."Jangan sampai orang dewasa mau mendapatkan booster ketiga. Padahal perlindungan kepada anak masih kita sangat butuhkan karena ketersediaan vaksin," kata dia.

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement