Senin 01 Nov 2021 14:05 WIB

Menkes: Stok Vaksin Indonesia Tersisa 47 Juta Dosis

Angka vaksinasi nasional saat ini sudah mencapai 194 juta suntikan.

Rep: Fauziah Mursid/ Red: Friska Yolandha
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyampaikan update vaksin yang dimiliki Indonesia saat ini sebanyak 252 juta dosis.
Foto: AP/Achmad Ibrahim
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyampaikan update vaksin yang dimiliki Indonesia saat ini sebanyak 252 juta dosis.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyampaikan update vaksin yang dimiliki Indonesia saat ini sebanyak 252 juta dosis. Budi mengatakan, 241 juta diantaranya telah didistribusikan ke provinsi, kabupaten dan kota dan sudah terpakai 194 juta.

"Jadi masih ada sekitar 47 juta yang ada di stok provinsi, kabupaten dan kota, itu relatif cukup untuk cadangan suntikan satu bulan depan," ujar Budi saat konferensi pers usai rapat terbatas kebijakan PPKM secara daring, Senin (1/11).

Menkes memperkirakan, sisa stok vaksin tersebut cukup untuk satu bulan ke depan mengacu laju suntikan vaksinasi di Indonesia sekitar 50 juta dalam lima pekan.

"Karena laju suntikan kita kan sekitar 50 juta dalam 5 minggu jadi masih cukup stoknya ada di kabupaten, kota, provinsi untuk 1 bulan," ujarnya.

Budi juga mengungkap, angka vaksinasi nasional saat ini sudah mencapai 194 juta suntikan. Budi berharap dengan laju suntikan 50 juta per lima pekan tersebut, pekan ini angka vaksinasi menyentuh 200 juta.

"Kita harapkan minggu ini bisa menyentuh 200 juta, jadi setiap 5 minggu sekarang kita nambah 50 juta suntikan, dan yang vaksinasi dosis pertama sudah 119 juta orang atau 57 persen yang sudah lengkap dosis pertama dan dosis kedua ada 73,8 juta orang atau 35 persen," ujarnya.

Ia juga berharap, di akhir tahun angka vaksinasi nasional bisa sampai 290 sampai 300 juta suntikan. Dengan rincian, dosis pertamanya mencapai 168 juta orang atau 80,9 persen dan dosis lengkap yakni dosis kedua adalah 123 juta orang atau 59 persen.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement