Rabu 29 Sep 2021 22:08 WIB

Risma Kunjungi Korban Banjir Gorontalo dengan Parahu

Kemensos berikan bantuan tenda, matras, hingga selimut berwana merah.

Menteri Sosial Tri Rismaharini (kanan) saat memantau langsung kondisi bencana di daerah (ilustrasi).
Foto: Antara/Kornelis Kaha
Menteri Sosial Tri Rismaharini (kanan) saat memantau langsung kondisi bencana di daerah (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID, GORONTALO -- Menteri Sosial Tri Rismaharini turun langsung ke lokasi banjir di Desa Kayubulan dan Desa Buhu Kabupaten Gorontalo, Provinsi Gorontalo, Rabu (29/9). Mensos berserta rombongan yang mengenakan sepatu boot melanjutkan perjalanan menggunakan perahu karet meninjau rumah warga yang masih digenangi banjir setinggi sekitar 75 sentimeter hingga dua meter.

Risma pun menyerahkan bantuan kepada warga yang masih bertahan di rumah mereka. Bantuan yang diserahkan di kedua desa tersebut sebesar Rp 270 juta lebih.

Bantuan di Kelurahan Kayubulan Kecamatan Limboto berupa tenda gulung merah 168 lembar, matras merah 117 lembar, kasur merah 26 lembar, selimut merah 30 lembar, famili kit 45 paket, kid ware 22 paket, food ware 30 paket, dan alat dapur keluarga 30 paket. Sedangkan bantuan di Desa Buhu Kecamatan Talagajaya terdiri dari makanan siap saji 200 paket, makanan anak (biskuit) 20 paket, family kit 85 paket, food ware 26 paket, kit ware 21 paket, matras merah 162 lembar, tenda gulung merah 88 lembar, selimut merah 85 lembar, alat dapur keluarga 27 paket, dan kasur merah 22 lembar.

Usai meninjau lokasi banjir, Risma menyemangati anak-anak pengungsi di posko layanan dukungan psikososial agar tetap rajin belajar agar sukses. "Tidak boleh menyerah meski kebanjiran, meski susah tetap semangat belajar," kata Risma.

Risma juga menyerahkan bingkisan kepada anak-anak yang disambut antusias oleh mereka. Di Desa Buhu Kecamatan Talagajaya, Risma juga masuk ke lokasi banjir dengan suasana yang gelap karena tiba di lokasi sekitar pukul 8.00 WITA.

"Jadi kita hampir dua pekan di sini, jadi bukan tidak ada perhatian pemerintah," tutur Mensos.

Mensos juga menyarankan kepada Bupati Gorontalo untuk cepat menyelesaikan akar permasalahan agar bencana banjir tidak terjadi lagi. "Jadi kalau saya lihat ini bagian dari danau, lalu dijadikan perumahan, pasti ada perbedaan ketinggian, pasti ini daerah cekung, jadi karena itu saya minta tadi pak bupati untuk mengusulkan pembuatan tanggul," lanjut Mensos.

Saat ini, masyarakat mengungsi di tenda pengungsian milik Kementerian Sosial yang didirikan di Pasar Bulila Desa Bahu Kecamatan Talagajaya. Warga yang terdampak sebanyak 361 Kepala Keluarga atau 1.154 jiwa warga Kelurahan Kayubulan Kecamatan Limboto dan 75 KK (255 jiwa) warga Desa Buhu.

Wilayah yang berada di sekitar Danau Limboto itu kerap terendam banjir akibat luapan danau. Bahkan, kali ini sudah sekitar dua pekan air merendam pemukiman warga.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Terkait
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement