Ahad 26 Sep 2021 09:47 WIB

Kebijakan Ganjil-genap Puncak Bogor Masih Dimatangkan

Selama aturan resmi belum dikeluarkan, uji coba ganjil genap akan terus dilaksanakan.

Rep: Shabrina Zakaria/ Red: Andi Nur Aminah
Petuga mengarahkan kendaraan saat penerapan sistem ganjil genap di Jalan Raya Puncak, Gadog, Ciawi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat (ilustrasi)
Foto: Antara/Yulius Satria Wijaya
Petuga mengarahkan kendaraan saat penerapan sistem ganjil genap di Jalan Raya Puncak, Gadog, Ciawi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR -- Uji coba ganjil-genap kendaraan bermotor di kawasan wisata Puncak, Kabupaten Bogor telah memasuki pekan ke-empat. Uji coba ini akan terus diberlakukan hingga pemerintah pusat melalui Kementerian Perhubungan (Kemenhub), mengeluarkan aturan resmi terkait kelanjutan aturan ganjil-genap.

Kapolres Bogor, AKBP Harun mengatakan, pihaknya belum mengetahui apakah ganjil-genap akan dipermanenkan. Sementara, dia pun sudah menyampaikan rencana-rencana penanganan kemacetan di jalur Puncak kepada Kemenhub pada akhir pekan lalu.

Baca Juga

“Kita jelaskan rencana-rencana kita, mereka apresiasi. Nah, terkait dengan kebijakan ini masih digodog (dimatangkan). Kapan ditandatanganinya, kapan diresmikannya, kita masih belum tahu. Karena proses itu masih lama kalau sampai ke kementerian,” ujar Harun, Ahad (26/9).

Lebih lanjut, Harun mengatakan, selama kebijakan atau aturan resmi belum dikeluarkan, maka pihaknya akan terus melaksanakan uji coba. Hal ini dikatakannya sebagai upaya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor, agar wisatawan yang akan berkunjung ke kawasan wisata Puncak lebih nyaman.

“Selama belum ada kebijakan, belum ada peraturan dari pusat, maka kita akan melaksanakan uji coba terus. Ini tidak lain kita ingin membuat Puncak ini nyaman, lancar. Masyarakat juga lebih seneng dateng ke sini kalau (lalu lintas) lancar dan nyaman,” jelasnya.

Harun menambahkan, selama empat pekan pelaksanaan uji coba ganjil-genap, tercatat ada penurunan kuantitas kendaraan yang datang. Diperkirakan ada sekitar 25 persen.

Hanya saja, sambung dia, jajaran Polres Bogor masih harus memastikan apakah ganjil-genap ini sudah tersosialisasikan dengan baik ke masyarakat. Apalagi, sebagian besar masyarakat yang datang ke Puncak berasal dari Jakarta, yang notabene sudah terbiasa dengan ganjil-genap di daerahnya sendiri.

“Mereka rata-rata juga punya kendaraan dua, lebih dari satu. Apakah nanti itu memengaruhi intensitas ke Puncak,” ucapnya.

Sehingga, kata Harun, Polres Bogor juga akan melakukan evaluasi lagi terkait ganjil-genap. Agar jalan nasional yang kerap dipadati wisatawan pada akhir pekan, bisa tertata mobilisasinya.

“Makanya kan setelah tersosialisasikan dengan baik, kira-kira berdampak yang bagaimana. Nanti akan kita evaluasi lagi untuk minggu depannya. Karena sudah tersosialisasikan dengan baik pun itu juga harus ada effort lagi,” ujarnya.

 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement