Kamis 12 Aug 2021 00:19 WIB

Jakarta Herd Immunity, Epidemiologi: Wah Masih Jauh Sekali 

Takutnya, masyarakat menganggap aman-aman saja, padahal virus ini masih bahaya.

Rep: Haura Hafizhah/ Red: Agus Yulianto
Petugas memeriksa kesehatan warga sebelum mendapatkan vaksin Covid-19 saat pelaksanaan Gerai Vaksin Keliling TNI-Polri di kawasan Sawah Besar, Jakarta. Pelaksanaan vaksinasi Covid-19 di tiga lokasi di kawasan Jakarta Pusat tersebut dalam rangka mendukung program percepatan vaksinasi guna tercapainya herd immunity.
Foto: ANTARA/Dhemas Reviyanto
Petugas memeriksa kesehatan warga sebelum mendapatkan vaksin Covid-19 saat pelaksanaan Gerai Vaksin Keliling TNI-Polri di kawasan Sawah Besar, Jakarta. Pelaksanaan vaksinasi Covid-19 di tiga lokasi di kawasan Jakarta Pusat tersebut dalam rangka mendukung program percepatan vaksinasi guna tercapainya herd immunity.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA-- Pakar Epidemiologi dari Universitas Griffith Australia Dicky Budiman menanggapi terkait pernyataan Polda Metro Jaya (PMJ) Jakarta yang bilang kalau DKI Jakarta telah mencapai kekebalan kelompok (herd immunity). Menurutnya, tidak mudah dalam mencapai herd immunity dan varian delta ini membuat kondisi pandemi Covid-19 semakin parah.

"Mencapai herd immunity tidak mudah dan tidak bisa dalam waktu singkat. Tolong cukup bijak dalam penggunaan kata. Jangan sampai PHP (Pemberi Harapan Palsu) nantinya. Kalau bicara herd immunity itu jangka panjang. Jakarta? Wah masih jauh banget. Katanya menurut WHO? salah itu. WHO nya yang mana?," katanya saat dihubungi Republika, Rabu (11/8).

Kata dia, saat ini, angka reproduksi varian delta masih tinggi. Sehingga, para pejabat harus berhati-hati dalam memberikan informasi. "Kalau mau membicarakan tentang vaksin itu harus dengan jangka pendek menengah," ujarnya.

Dia mencontohkan, seperti vaksinasi itu mengurangi kasus infeksi, angka kematian dan beban nakes. Jangan langsung klaim kalau semua sudah divaksin itu menuju herd immunity. Takutnya, dengan begitu masyarakat menganggap aman-aman saja padahal virus ini masih bahaya.

"Negara Kanada dan Israel saja yang sudah melakukan vaksinasi 50 persen tidak bisa klaim herd immunity. Apalagi Indonesia salah satunya di Jakarta itu belum mencapai herd immunity. Ini pandemi masih panjang dan bahaya," kata dia.

Baca juga : Kasus Covid-19 Surabaya Disebut Melandai

Sebelumnya diketahui, Polda Metro Jaya menyebutkan, Jakarta telah mencapai kekebalan kelompok (herd immunity) berdasarkan rujukan 70 persen warga telah divaksin yang ditetapkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organisation (WHO).

"Menurut WHO 70 persen, hari ini Jakarta sudah sekitar 95,5 persen, sudah melewati herd immunity WHO," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes  Yusri Yunus dalam keterangan tertulis di Jakarta, Selasa (10/8).

Yusri mengatakan, program Vaksinasi Merdeka yang dilaksanakan oleh Polda Metro Jaya juga berhasil mendorong Jakarta menjadi provinsi dengan angka vaksinasi tertinggi di Indonesia. "Jakarta sekarang dalam program percepatan vaksinasi, se-Indonesia Jakarta ini nomor satu. Alhamdulillah," ujarnya.

Yusri menambahkan, vaksinasi dan protokol kesehatan adalah upaya TNI-Polri dan pemerintah dalam memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Dia berharap, Jakarta bisa menjadi barometer bagi Indonesia dalam program vaksinasi massal.

Program Vaksinasi Merdeka adalah salah satu strategi Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) DKI untuk mempercepat vaksinasi guna mewujudkan kekebalan di masyarakat 100 persen.

Baca juga : Sayur dan Buah Bantu Tingkatkan Kesehatan Otak

 

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement