Senin 07 Jun 2021 14:15 WIB

Crane Pembangunan Double Track Bogor-Sukabumi Terguling

Penyebab kejadian crane terguling itu masih dalam penelitian konsultan pelaksana.

Rep: Shabrina Zakaria/ Red: Andi Nur Aminah
Sebuah crane di proyek pembangunan double track Bogor-Sukabumi, tepatnya di Kelurahan Cipaku, Bogor Selatan, Kota Bogor terguling sejak Ahad (6/6).
Foto: Republika/Shabrina Zakaria
Sebuah crane di proyek pembangunan double track Bogor-Sukabumi, tepatnya di Kelurahan Cipaku, Bogor Selatan, Kota Bogor terguling sejak Ahad (6/6).

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR -- Sebuah crane di lokasi pembangunan jalur ganda atau double track Bogor-Sukabumi terguling di Bangunan Hikmat (BH) Km.4+557, antara Batutulis-Ciomas, Kelurahan Cipaku, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor pada Ahad (6/6). Saat ini, pihak konsultan pelaksana masih meneliti penyebab dari kejadian tersebut.

Kepala Balai Besar Perkeretaapian Wilayah Jawa Bagian Barat, Erni Basri menjelaskan, kejadian tergulingnya crane di lokasi pembangunan double track Bogor-Sukabumi itu terjadi pada Ahad (6/6) sore. Tepatnya pukul 17.22 WIB. Dimana saat itu pekerjaan dilakukan di tengah kondisi hujan dengan intensitas sedang.

Baca Juga

“Hal ini terjadi pada saat pekerjaan pengangkatan rangka atau gelagar jembatan eksisting, dengan kondisi cuaca pada saat itu gerimis atau hujan sedang. Untuk penyebab kejadian saat ini masih dalam penelitian konsultan pelaksana,” ujar Erni melalui keterangannya, Senin (7/6).

Lebih lanjut, Erni menyampaikan, dalam kejadian ini tidak terdapat korban jiwa. Hanya saja, terdapat kerusakan pada alat kerja berupa Crane Tandano Kapasitas 45 ton yang dioperasikan oleh Kontraktor Pelaksana.

Sebagai upaya penanganan, sambung dia, lokasi pekerjaan telah diamankan dan dilakukan sterilisasi. Termasuk pemasangan safety line dan pengamanan crane dengan ditutup terpal.

Rencananya, Erni mengatakan, akan dilakukan evakuasi crane yang akan dilaksanakan hari ini sekitar pukul 10.00 WIB. Pantauan Republika.co.id di lokasi, posisi crane pada pukul 11.00 WIB masih dalam kondisi terguling.

“Selain itu juga mendatangkan matrial sirtu untuk perkuatan jalan akses dan pembuatan platform atau landasan kerja untuk evakuasi crane. Serta mendatangkan dua unit crane penolong. Evakuasi crane dijadwalkan akan dilaksanakan pada 7 Juni 2021 jam 10.00 WIB,” jelasnya.

Terpisah, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bogor, Teofilo Patrocinio Freitas mengaku, pihaknya sudah menerjunkan sejumlah personel untuk melakukan pengecekan di lokasi tergulingnya crane pembangunan double track Bogor-Sukabumi.

Hal tersebut dilakukan, mengingat beredar kabar tergulingnya crane tersebut akibat dari labilnya kontruksi tanah di kawasan tersebut. Terlebih, sambung Theo, tidak ada korban jiwa dan rumah warga yang tertimpa atas kejadian ini.

“Kami menerjunkan tim untuk melakukan pengecekan, karena khawatir kejadian ini dapat memicu bencana alam. Mengingat kontur tanah di lokasi cukup labil. Terlebih saat diguyur hujan," kata Theo.

Sebelumnya, beredar rekaman video detik-detik tergulingnya crane di lokasi proyek double track atau rel ganda Bogor-Sukabumi. Tepatnya di wilayah Cipaku, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor.

Dalam video berdurasi 28 detik yang diterima Republika.co.id, terlihat sebuah crane mengangkat bagian dari jembatan rel Bogor-Sukabumi. Tak lama berselang, terdengar suara cukup keras karena guncangan dari arah crane. Perlahan, crane tersebut miring hingga akhirnya terguling yang dibarengi teriakan histeris dari warga sekitar.

 

 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement