Selasa 06 Apr 2021 22:32 WIB

Kapal Nelayan Bantu Pencarian 14 ABK Barokah Jaya

14 ABK Barokah Jaya masih dicari.

Rep: Lilis Sri Handayani/ Red: Muhammad Hafil
 Kapal Nelayan Bantu Pencarian 14 ABK Barokah Jaya. Foto: Ilustrasi Kapal Tenggelam
Foto: Foto : MgRol112
Kapal Nelayan Bantu Pencarian 14 ABK Barokah Jaya. Foto: Ilustrasi Kapal Tenggelam

REPUBLIKA.CO.ID,INDRAMAYU – Upaya pencarian terhadap 14 anak buah kapal (ABK) Barokah Jaya yang hilang di perairan Indramayu, hingga Selasa (6/4) pukul 16.57 WIB, belum membuahkan hasil.

Empat kapal telah dikerahkan untuk pencarian lebih lanjut pada Selasa (6/4) pukul 06.00 WIB. Tim gabungan menyisir area pencarian yang sudah direncanakan dan mengerahkan semua alat utama melewati seluruh area pencarian.

Baca Juga

‘’Hingga pukul 16.57 WIB, pencarian masih dilakukan dan kami belum mendapat informasi dan perkembangan dari tim yang berada di lokasi kejadian,’’ ujar Kepala Kantor SAR Bandung, Deden Ridwansah, dalam siaran persnya, Selasa (6/4) malam.

Deden menyatakan, pihaknya terus memaksimalkan berbagai unsur yang tergabung untuk dapat menemukan para korban. Untuk lebih memaksimalkan pencarian, pada pukul 22.00 WIB malam ini sebanyak dua kapal nelayan akan bertolak dari Pelabuhan Eretan guna membantu melakukan penyisiran.

‘’Mudah mudahan malam ini dua kapal tersebut bisa bergerak sehingga nanti besok bisa langsung melakukan pencarian,’’ tutur Deden.

Seperti diketahui, KM Barokah Jaya dilaporkan menabrak kapal MV Habcoo Pioneer di perairan utara Indramayu, Sabtu (3/4) sekitar pukul 16.45 WIB. Kapal nelayan yang terdiri dari 32 orang awak itu menabrak MV Habcoo Pioneer yang sedang melakukan pelayaran dari Balikpapan menuju Pelabuhan Merak, Banten.

Akibat peristiwa itu, KM Barokah Jaya terbalik hingga menyebabkan seluruh penumpangnya tercebur ke laut. Hingga sore ini, ada 14 orang nelayan yang masih dalam pencarian.

Sedangkan 18 nelayan lainnya berhasil dievakuasi. Dari 18 orang itu, ada 15 orang yang selamat dan tiga ditemukan meninggal dunia. 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement