Senin 05 Apr 2021 15:01 WIB

Ketua DPRD Klungkung Dukung Pembuatan Pusat Kebudayaan Bali

Diharapkan, Pusat Kebudayaan Bali dapat membentuk lapangan kerja.

Seniman menampilkan tari eling (ilustrasi).
Foto: ANTARA/Nyoman Hendra Wibowo
Seniman menampilkan tari eling (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID, KLUNGKUNG -- Ketua DPRD Kabupaten Klungkung, Anak Agung Gde Anom mendukung pembangunan Pusat Kebudayaan Bali (PKB) di Desa Gunaksa, Kecamatan Dawan. PKB mendapatkan dukungan dari berbagai pihak karena bermanfaat secara Budaya dan sosial-ekonomi.

"Saya sangat mendukung penuh pembangunan Pusat Kebudayaan Bali karena PKB di kawasan Eks Galian C Gunaksa yang bersumber dari Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) akan memberikan banyak manfaat untuk Kabupaten Klungkung, baik secara budaya maupun sosial-ekonomi,” tutur Anak Agung Gde Anom saat diwawancarai, Senin (5/4).

Ia menyatakan, PKB akan memberikan ruang kepada masyarakat Klungkung untuk tampil di bidang kesenian dan kebudayaan. Sehingga, ia berharap ini menjadi motivasi para generasi muda dalam meningkatkan kegiatan keseniannya disetiap Desa.

“Saya optimistis PKB bisa menekan angka pengangguran di Kabupaten Klungkung dan menjadi momentum masyarakat untuk mendapatkan pekerjaan di kawasan PKB ini. Lokasi bekas Galian C Gunaksa akan disulap menjadi kawasan yang melestarikan hasil kebudayaan Bali dan sudah tentu Klungkung pada khususnya akan mendapatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari segala aktivitas di kawasan PKB itu nantinya,” papar Anak Agung Gde Anom.

Pembangunan PKB didukung penuh oleh pemerintah dan legislatif di Kabupaten Klungkung serta para komunitas seniman karena dianggap memiliki nilai historis untuk memuliakan kembali masa keemasaan era Kerajaan Gelgel. Di sektor pendidikan PKB bermanfaat untuk mengingatkan kembali para generasi muda kita bahwa Kabupaten Klungkung pernah menjadi pusat kebudayaan.

"Saat ini pemerintah Provinsi Bali sedang melakukan normalisasi sungai Unda, sehingga kita berharap resiko bencana Hidrometeorologis di sekitar PKB bisa diminimalisir dari proyek normalisasi tersebut," kata Anak Agung Gde Anom.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement