Rabu 10 Mar 2021 18:25 WIB

Menpora Sikapi Status Kelamin Aprilia Manganang

Apa yang terjadi sebelumnya di olahraga sesuai dengan status Aprilia saat itu.

Atlet bola voli Indonesia, Aprilia Santini Manganang, melakukan smash  saat melawan tim bola voli  Korea dalam perempat final  bola voli putri Asian Games di Volley Indor Senayan, Jakarta,  Rabu (29/8).
Foto: Republika/Iman Firmansyah
Atlet bola voli Indonesia, Aprilia Santini Manganang, melakukan smash saat melawan tim bola voli Korea dalam perempat final bola voli putri Asian Games di Volley Indor Senayan, Jakarta, Rabu (29/8).

REPUBLIKA.CO.ID, oleh Antara, Ronggo Astungkoro

Mantan atlet bola voli, Serda Aprilia Manganang, sudah jelas dipastikan sebagai seorang pria. Publik mungkin bertanya, lalu bagaimana dengan sejumlah pertandingan yang dulu pernah diikutinya sebagai atlet wanita?

Baca Juga

Menteri Pemuda dan Olahraga, Zainudin Amali, mengutarakan sikapnya terkait status mantan atlet timnas bola voli putri tersebut. Ia menyatakan, apa yang terjadi pada Aprilia adalah tindakan yang tidak bisa disalahkan karena landasan medis.

Berdasarkan keterangan yang diberikan Kasad Jenderal TNI Andika Perkasa, diketahui Serda Aprilia Manganang mengalami hipospadia atau kelainan pada alat kelamin. Dari situ dilakukan upaya medis untuk ditentukan status akhirnya.

"Apa yang sudah disampaikan Kasad tentu jadi informasi kita semua, saya kira juga harus disikapi sebagai kejadian yang tidak disengaja. Tidak ada yang mau mengaku-ngaku seperti ini, setelah dilakukan pemeriksaan detil baru diketahui jenis kelamin Aprilia laki-laki," tutur Menpora di Jakarta, Rabu (10/3).

Sehubungan dengan yang sudah terjadi sebelumnya di bidang olahraga, Menpora menilai hal itu sudah sesuai dengan statusnya saat ia masih berjenis kelamin wanita. Bahkan sebelum bergabung dengan timnas voli, Serda Aprilia sudah menjalani tes spesifik sebelum memasuki kedinasan di TNI AD. Sehingga hasil pemeriksaan baik di dinas militer dan cabang olahraga sudah sesuai prosedur dan valid.

"Kalau saat itu dia sadar (berkelamin) laki-laki dan tidak mengakui itu adalah tindakan yang tidak fair. Tapi kan ini tidak. Bahkan dia sendiri tidak tahu bahwa dia berjenis kelamin laki-laki. Saya kira itu bukan kesalahan dia, juga bukan kesalahan siapa pun, dan dalam pemeriksaan terakhir yang lebih detil dan teliti ya ini hasilnya," kata Menpora.

Lebih lanjut Menpora menjelaskan, sehubungan dengan pengumuman itu sejauh ini baik pihak Kemenpora dan PBVSI selaku induk cabang olahraga bola voli tidak mempermasalahkan fakta ini. Berdasarkan informasi dari Menpora, PBVSI juga baru mengetahui perubahan status kelamin Aprilia setelah mendengar pernyataan yang disampaikan Kasad Jenderal TNI Andika Perkasa.

"Yang mengumumkan pertama kali kan Kasad, berdasarkan pemeriksaan dari RSPAD. Baik kami (Kemenpora), federasi dan cabor juga tahu informasi ini dari hasil pengumuman itu," tutur Menpora Zainudin.

Dengan status baru Aprilia Manganang, perlu dilakukan koordinasi dengan federasi internasional. Namun Menpora menegaskan hal tersebut bukan kewenangannya dan menjadi tugas Komite Olimpiade Nasional (NOC). "Kami serahkan ke NOC, pemerintah terlalu jauh kalau ke situ. Itu tugasnya NOC, kita lihat saja nanti hasilnya seperti apa," katanya.

Dalam riwayat pertandingannya, Indonesia mendapatkan pertanyaan dari rival Filipina terkait status kelamin Aprilia. Bahkan protes Filipina telah disampaikan kepada Komite Penyelenggara SEA Games 2015 yakni SINGSOC.

Saat itu protes Filipina mendapat penolakan. Aprilia tetap diperbolehkan untuk memperkuat Timnas Indonesia di ajang dua tahunan tersebut.

Filipina menerima keputusan SINGSOC. Akhirnya Aprilia berhasil membawa Timnas voli putri Indonesia meraih medali perunggu.

Selama aktif bermain, Aprilia Manganang berhasil menyumbangkan beberapa medali untuk timnas Indonesia. Yaitu, medali perunggu di SEA Games 2013 Myanmar dan SEA Games 2015 Singapura, serta perak di SEA Games 2017 Malaysia.

Kini Aprilia Manganang sudah resmi mengundurkan diri sebagai atlet voli. Lewat akun media sosialnya di bulan September 2020, ia menyatakan memutuskan untuk mundur dari dunia voli.

photo
Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Andika Perkasa (tengah) memperkenalkan Serda Aprilia Manganang via videotron di Markas Besar TNI Angkatan Darat (Mabes AD), Jakarta, Selasa (9/3/2021). Aprilia Manganang diperlkenalkan kembali dengan jenis kelamin laki-laki usai melakukan corrective surgery oleh tim dokter TNI AD. - (ANTARA/Galih Pradipta)

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement