Jumat 08 Jan 2021 15:07 WIB

Kronologi Pesawat MAF Dibakar KKSB di Bandara Intan Jaya

TNI menyebut pesawat MAF dibakar oleh sekolompok orang yang ditunggangi KKSB.

Kapolda Papua Irjen Pol Paulus Waterpauw.
Foto: Satgas OPS Nemangkawi 2020
Kapolda Papua Irjen Pol Paulus Waterpauw.

REPUBLIKA.CO.ID, TIMIKA -- Kepala Polda Papua, Inspektur Jenderal Polisi Paulus Waterpauw, membeberkan kronologi kasus perusakan dan pembakaran pesawat terbang Quest Kodiak milik maskapai penerbangan Mission Aviation Fellowship (MAF) di Bandara Pagamba, Distrik Mbiandoga, Kabupaten Intan Jaya, Papua, pada Rabu (6/1). Kronologi didapatkan setelah pilot Alex Luferchek, warga negara Amerika Serikat, memberikan keterangan kepada kepala Polres dan kepala Satuan Reskrim Polres Nabire, di Nabire, Kamis (7/1).

Pesawat terbang Quest Kodiak itu diketahui lepas landas dari Bandara Nabire pada pukul 07.00 WIT Rabu (6/1) menuju Kampung Pagamba, Distrik Mbiondoga, Kabupaten Intan Jaya, dengan membawa dua orang penumpang dan bahan kebutuhan pokok atau bahan makanan. Namun, saat hendak mendarat di Bandara Kampung Pagamba, kondisi cuaca tidak mendukung sehingga pilot memutuskan untuk kembali ke Nabire.

Baca Juga

Selanjutnya sekitar pukul 09.00 WIT, pesawat terbang Quest Kodiak itu kembali terbang dari Bandara Nabire menuju Bandara Kampung Pagamba, Intan Jaya, dan berhasil mendarat secara mulus. Saat pesawat terbang Quest Kodiak dalam posisi berhenti di landasan, tiba-tiba muncul sekitar 10 orang tidak dikenal dari balik semak-semak sekitar bandara dengan menenteng sejumlah senjata api laras panjang dan laras pendek.

Melihat itu, masyarakat yang berada di sekitar lapangan terbang langsung melarikan diri dan sekelompok orang bersenjata itu berjalan mendekati pesawat terbang Quest Kodiak itu. Mereka kemudian mengarahkan senjatanya kepada pilot, meminta dia keluar dari pesawat terbang Quest Kodiak dengan posisi ditodong senjata api lalu disuruh duduk di tanah.

Tak lama berselang, sekelompok kawanan bersenjata api itu menurunkan barang-barang dari dalam pesawat terbang. Setelah semua barang diturunkan, mereka merusaki pesawat terbang Quest Kodiak berbaling-baling tunggal itu dan kemudian membakarnya.

Adapun, Luferchek (32), berhasil melarikan diri dari kawanan orang bersenjata itu ke Kompleks Gereja di Kampung Togai, dengan berjalan kaki sekitar tiga jam dari Bandara Kampung Pagamba. Keesokan harinya yaitu pada Kamis (7/1), Lufercheck dijemput dengan helikopter yang dipiloti Kapten Nathan Fagerlie, juga berkewarganegaraan Amerika Serikat, yang terbang dari Bandara Wamena menuju Bandara Nabire.

Fagerlie diketahui merupakan penanggung jawab pilot MAF di Bandara Wamena. Waterpauw mengakui menerima informasi lain yang masih perlu diperiksa kembali kembali kebenarannya terkait penyebab insiden perusakan dan pembakaran pesawat terbang Quest Kodiak MAF di Intan Jaya itu.

"Ada informasi lain yang kami terima bahwa seakan-akan itu terjadi akibat perebutan penumpang yang ingin naik ke dalam pesawat. Tapi informasi sifatnya sepihak yang perlu kami dalami kebenarannya. Tapi saudara Alex Luferchek sebagai korban mengaku hanya tahu sesaat setelah mendarat ada sekelompok orang bersenjata api muncul dari semak-semak," kata Waterpauw.

Sebelumnya, pihak TNI menyampaikan, pesawat tersebut dibakar oleh massa yang ditunggangi oleh kelompok kriminal separatis bersenjata (KKSB).

"Memang betul terjadi pembakaran terhadap pesawat  seri PK MAK sesuai yang diberitakan Base Manager MAF Nabire," ujar Kepala Penerangan Kogabwilhan III, Kolonel Czi IGN Suriastawa, saat dikonfirmasi, Kamis (7/1).

Suriastawa mengatakan, sebelum pesawat hangus terbakar, KKSB sempat menahan pesawat yang hendak lepas landas dari Bandara Kampung Pagamba menuju Kabupaten Nabire. Pesawat itu dia sebut memang sempat tertunda keberangkatannya akibat kendala cuaca.

"Mau berangkat masuk kelompok oknum-oknum (KKSB) yang menunggangi membuat risau, menambah jumlah penumpang, dibikin gaduh," kata dia.

 

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement