Jumat 11 Dec 2020 03:57 WIB

Bentrok Polisi Vs FPI, Pengamat: Waspadai Opini Menyesatkan

Pengamat mengajak masyarakat menunggu proses hukum yang berjalan.

Executive Director of Voxpol Center Research and Consulting, Pangi Syarwi Chaniago.
Foto: Dok. Pribadi
Executive Director of Voxpol Center Research and Consulting, Pangi Syarwi Chaniago.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pengamat politik Pangi Syarwi Chaniago mengajak masyarakat bijak dalam merespons kasus bentrokan antara polisi dan anggota FPI. Menurutnya, masyarakat jangan sampai terpancing informasi-informasi yang belum tentu benar, dan justru membuat suasana semakin kacau dengan saling menyalahkan salah satu pihak.

"Jangan sampai semakin gaduh, publik tentu ingin baik polisi dan FPI memberikan pernyataan yang adem tanpa saling serang," ujarnya dalam keterangan tertulis, Kamis (10/12).

Baca Juga

Pangi melanjutkan, semua pihak baik tokoh politik maupun tokoh agama juga diharapkan memberikan pernyataan yang menenangkan. Ia mengatakan, sebaiknya semua pihak menunggu proses hukum yang sedang berjalan, dan tidak melontakan opini-opini yang justru bisa menyulut kemarahan publik.

"Saat ini yang diperlukan adalah menangkal segala ajakan dari orang-orang yang sengaja ingin negara kita ini gaduh," katanya.

 

Selain itu, ia juga mengajak masyarakat berhati-hati dalam mengonsumsi informasi yang beredar terkait insiden tersebut. Sebab, banyak informasi yang beredar di media sosial belum tentu benar dan bisa dipertanggungjawabkan.

"Mari bijak dalam bersosmed. Jangan ada share. Lebih baik pastikan dulu sumber beritanya dan biasakan cek dan ricek," ucapnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, pihak kepolisian terlibat insiden dengan anggota FPI di Tol Jakarta-Cikampek pada Senin (7/12) lalu. Dalam insiden tersebut, enam anggota FPI meninggal dunia. Peristiwa ini dalam investigasi Komnas Hak Asasi Manusia untuk mengungkap fakta sebenarnya.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement