Sabtu 05 Sep 2020 06:37 WIB

Sopir Bajaj Dipukul Benda Tumpul di Jaksel

Hasil pemeriksaan sementara, pemukulan diduga dipicu saling ejek.

Rep: Flori Sidebang/ Red: Ratna Puspita
Ilustrasi pemukulan. Seorang sopir bajaj bernama Herman Wijaya (45 tahun) pingsan setelah dipukul menggunakan benda tumpul di Pasar Rumput, Jakarta Selatan, Jumat (4/9) pagi.
Ilustrasi pemukulan. Seorang sopir bajaj bernama Herman Wijaya (45 tahun) pingsan setelah dipukul menggunakan benda tumpul di Pasar Rumput, Jakarta Selatan, Jumat (4/9) pagi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Seorang sopir bajaj bernama Herman Wijaya (45 tahun) pingsan setelah dipukul menggunakan benda tumpul di Pasar Rumput, Jakarta Selatan, Jumat (4/9) pagi. Insiden itu pun terekam kamera CCTV yang ada di sekitar lokasi kejadian.

Kapolsek Setiabudi AKBP I Made Bayu Sutha mengatakan, berdasarkan rekaman CCTV, pelaku pemukulan itu diduga seorang buruh di pasar tersebut yang bernama Ucok. "Yang diduga melakukan pemukulan, saudara Ucok yang bekerja sebagai buruh pasar di Pasar Rumput," kata dia dalam keterangan tertulisnya, Jumat.

Baca Juga

Bayu mengungkapkan, peristiwa itu bermula saat korban sedang berjalan sambil mengangkat barang belanjaan sekitar pukul 06.30 WIB. Tiba-tiba, pelaku berlari dari arah belakang korban dan langsung memukul kepala Herman hingga tidak sadarkan diri.

"Pelaku melakukan pemukulan ke arah kepala bagian belakang dengan batu timbangan yang kemudian korban terjatuh mengenai pagar hingga tidak sadar," ungkapnya.

Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, insiden itu diduga dipicu saling ejek antara pelaku dan korban. "Sebelum kejadian antara saksi korban dengan pelaku sering bercanda serta ejek-ejekan," imbuh dia.

Akibat peristiwa itu, korban mengalami luka di bagian kepala, luka robek di pelipis mata, serta lebam di mata sebelah kiri. Warga sekitar yang melihat aksi itu segera membawa korban ke Rumah Sakit Budi Asih untuk mendapatkan pertolongan medis.

Kini, polisi sedang mengejar keberadaan terduga pelaku, yakni Ucok. Kepolisian pun masih menyelidiki kasus tersebut. 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement