Rabu 19 Aug 2020 06:45 WIB

SMAN 72 Jakarta Bantah Gelar KBM Tatap Muka

Berdasarkan data angket, 80 persen orang tua belum mengizinkan tatap muka.

Rep: Ratih Widihastuti Ayu Hanifah/ Red: Erik Purnama Putra
Tidak ada aktivitas di SMAN 72 Jakarta.
Foto: Ratih Widihastuti Ayu Hanifah
Tidak ada aktivitas di SMAN 72 Jakarta.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Beredar informasi Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 72 Jakarta masuk dalam kategori sekolah yang tetap melakukan kegiatan belajar mengajar (KBM) tatap muka, walaupun Jakarta Utara masuk dalam zona merah penyebaran Covid-19. Kabar tersebut ditampik pihak sekolah.

Kepala SMAN 72 Jakarta, Dudung Abdul Khidir, menjelaskan, tidak ada KBM selama pandemi Covid-19 di Jakarta. Menurut dia, kegiatan di sekolahnya hanya terjadi ketika siswa mengembalikan dan meminjam buku pelajaran pada pekan lalu. Pihaknya mengakui, ada ketidaksempurnaan pengiriman data kepada Dinas Pendidikan (Disdik) DKI. Alhasil muncul kabar jika sekolahnya menggelar KBM tatap muka.

"Jadi saya klarifikasi lagi, ini sebenarnya hanya kesalahan data dapodik (data pokok pendidikan), ada beberapa yang belum dilaporkan, tetapi kemarin Jumat sudah tuntas di Disdik (DKI) untuk pelaporannya," ujar Dudung saat ditemui di sekolah pada Selasa (18/8).

Humas SMAN 72 Jakarta, Ratna Sari juga menegaskan, pihak sekolah tidak pernah membuka aktivitas belajar dalam situasi pandemi Covid-19. Dia menduga, ada orang mengira pihak sekolah melakukan KBM di kelas, karena memang pekan lalu, siswa diminta mengambil buku pinjaman pelajaran ke perpustakaan. Selain itu, siswa yang datang ke sekolah juga mengambil baju seragam. Alhasil muncul laporkan dari masyarakat SMAN 72 Jakarta melaksanakan KBM tatap muka.

"Padahal tidak. Kami tetap mendukung PPJ (pembelajaran jarak jauh), karena berdasarkan data angket yang dilaporkan 80 persen orang tua belum mengizinkan anaknya sekolah saat situasi Covid-19, dan pastinya karena wilayah ini masuk ke kompleks Lantamal TNI AL, pasti ketat peraturannya," kata Ratna menegaskan.

Ratna mengaku kecewa dengan pihak yang melaporkan adanya sembilan sekolah yang nekat menyelenggarakan KBM, meski berada di dalam zona merah. Tanpa mengkonfirmasi kebenaran di lapangan, kata dia, orang itu melaporkan masalah yang tak diketahuinya kepada Disdik DKI hingga sampai direspon Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Pihaknya pun langsung mengklarifikasi ke Disdik DKI pada Jumat (15/8), hingga data itu terekam di dapodik.

"Ya seharusnya mereka konfirmasi dahulu, jangan sampai buat keresahan masyarakat, kami jadi ditegur banyak orang. Padahal ini hanya kesalahan data di angket dapodik //aja//, dan //beneran enggak// melakukan KBM," ucap Ratna.

Sembilan sekolah

Sempat beredar data dari Kemendikbud pada Kamis (13/8), sembilan satuan pendidikan di Jakarta menggelar KBM secara tatap muka di tengah pandemi Covid-19. Informasi itu menyebutkan, jenjang pendidikan anak usia dini (SMA), SMA, hingga sekolah menengah kejuruan (SMK) melakukan pembelajaran di dalam kelas. Lokasi sembilan satuan pendidikan tersebar di Kabupaten Kepulauan Seribu, Jakarta Utara, Timur, Barat, dan Pusat. Termasuk sekolah favorit, yaitu SMAN 72 Jakarta.

Delapan satuan pendidikan lainnya, adalah Pusat Kegiatan Belajar Mengajar (PKBM) Negeri 36 Pulau Harapan, SMPN 280 Jakarta, SD Muhammadiyah 18 Jakarta, PAUD Al Madani di Cengkareng, PAUD Cinta Kasih Ibu, PAUD Melati, SMK Al Chasanah Jakarta Barat, serta SMKS Citra Mandiri Jakarta Timur.

Kasubag Humas Kerja Sama Antarlembaga Disdik DKI, Sonny Juhersoni juga membantah data yang bersumber dari Kemendikbud terkait ada sembilan satuan pendidikan yang menggelar KBM tatap muka. Karena masih berupa kabar dan bukan keputusan resmi, pihaknya belum bisa memberikan informasi pasti apakah memang benar ada sekolah tidak menerapkan PJJ. "Saya belum mendapatkan data laporan resmi soal KBM tatap muka itu ya," kata Sonny saat dihubungi.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement