Selasa 14 Jul 2020 22:39 WIB

Kepala Bappeda Jatim Wafat Terpapar Covid-19

Kepalada Bappeda Jatim meninggal karena Covid-19

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa (tengah) membagikan masker kepada pedagang dan pekerja di Pasar Kapasan, Surabaya, Jawa Timur, Senin (29/6/2020). Pembagian ribuan masker tersebut merupakan upaya mengedukasi masyarakat untuk bersama-sama mencegah penyebaran COVID-19 sekaligus menggelorakan gerakan
Foto: Antara/Moch Asim
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa (tengah) membagikan masker kepada pedagang dan pekerja di Pasar Kapasan, Surabaya, Jawa Timur, Senin (29/6/2020). Pembagian ribuan masker tersebut merupakan upaya mengedukasi masyarakat untuk bersama-sama mencegah penyebaran COVID-19 sekaligus menggelorakan gerakan

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA - Duka mendalam dirasakan keluarga besar Pemerintah Provinsi Jawa Timur atas berpulangnya Kepala Bappeda Jawa Timur Rudy Ermawan Yulianto.  Sosok ASN penuh dedikasi tersebut gugur akibat terpapar covid-19.

Rudy Ermawan Yulianto diketahui adalah sosok pejabat penuh tanggung jawab dan telah memberikan yang terbaik bagi  Jawa Timur. Almarhum adalah salah satu ASN terbaik yang dimiliki Pemprov Jatim. Almarhum juga berperan aktif dalam penanganan covid-19 di Jawa Timur seiring masuknya almarhum dalam Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jatim. Innalillahi wainnailaihi rojiun, kita semua berdukakata Gubernur Khofifah, Selasa malam (14/7), melalui rilisnya.

Dikatakan Gubernur Khofifah, almarhum yang juga mantan Kepala Dinas PU Cipta Karya ini diketahui terpapar covid-19 setelah mengantarkan sang ayah yang sedang berobat. Setelah diswab ternyata sang ayah positif terkonfirmasi covid-19.

Sang ayah diketahui meninggal dunia sepuluh hari yang lalu. Almarhum Rudy kemudian menjalani tes swab dan terdeteksi positif terinfeksi covid-19.

 

Selama dirawat secara intensif di rumah sakit Gubernur Khofifah secara khusus juga mengajak  seluruh OPD untuk  doa  bersama yang  ditujukan untuk kesembuhan dan  kebaikan  Almarhum .

Begitu kabar duka wafatnya almarhum diterima, pihaknya juga segera meminta agar ada tahlilan dan salat ghoib bersama di Musholla Grahadi untuk almarhum, dengan memperhatikan protokol kesehatan.

“Saat ini kita sedang tahlilan dan salat ghoib di musholla  Grahadi. Kami ingin agar ada salat ghoib di sana karena beliau yang tahun lalu ikut merenovasi musholla  tersebut,” imbuh Khofifah.