Selasa 16 Jun 2020 19:46 WIB

Pesawat Kembali Beroperasi, Bandara SIM Kembali Ramai

Dua maskapai penerbangan yaitu Garuda Indonesia dan Lion Air sudah mulai beroperasi.

Suasana area parkir bandara sepi kendaraan di Terminal Bandara Sultan iskandar Muda, Banda Aceh.
Foto: AMPELSA/ANTARA FOTO
Suasana area parkir bandara sepi kendaraan di Terminal Bandara Sultan iskandar Muda, Banda Aceh.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDA ACEH -- Executive General Manager PT Angkasa Pura II (Persero) Cabang Bandara Sultan Iskandar Muda (SIM) Blang Bintang Aceh Besar, Indra Gunawan mengatakan jumlah masyarakat yang menggunakan transportasi udara kembali bergairah. Hal ini terlihat setelah beroperasi kembali dua maskapai penerbangan di bandara tersebut.

“Sejak aktif kembali dua maskapai penerbangan yaitu Garuda Indonesia dan Lion Air, jumlah penumpang di Bandara Sultan Iskandar Muda (SIM) sedikit mengalami peningkatan di bandingkan dengan jumlah penumpang saat adanya pembatasan khusus,” katanya di Aceh Besar, Selasa (16/6).

Baca Juga

Ia menjelaskan untuk penerbangan di Bandara SIM, saat ini Maskapai penerbangan Lion Air telah melayani penumpang setiap hari dan untuk Garuda Indonesia masih tiga kali dalam sepekan. Menurut dia pada hari-hari tertentu bisa mencapai sekitar 500 orang atau naik drastis dari sebelumnya maksimal hanya sekitar 150 penumpang.

"Kebanyakan penumpang yang datang ke Aceh maupun ke luar Aceh paling banyak pekerja, jika wisatawan belum banyak," kata Indra.

 

Ia menambahkan pada masa adaptasi menuju tatanan baru, pemangku kepentingan di maskapai penerbangan juga melakukan adaptasi supaya operasional penerbangan khususnya tetap terjaga.

"Para penumpang pesawat biasanya langsung berhenti di depan mesin otomatis hand sanitizer untuk membersihkan tangan. Saat ini para penumpang juga lebih memperhatikan aspek kesehatan dan kebersihannya," kata Indra.

Ia juga mengatakan, kebiasaan para penumpang juga turut mengalami perubahan, yakni mereka selalu mengikuti protokol kesehatan seperti menjaga jarak tanpa harus diingatkan kembali. Ia menambahkan penumpang pesawat harus melakukan tes cepat atau tes usap dengan hasil negatif Covid-19 serta juga harus membawa dokumen-dokumen yang menjadi syarat agar bisa melakukan penerbangan.

"Penumpang rute domestik saat ini diwajibkan membawa identitas diri dan membawa dokumen surat hasil tes usap yang berlaku tujuh hari atau tes cepat yang berlaku 3 hari,"kata Indra.

Indra juga menambahkan dibandingkan kondisi normal, para penumpang pesawat kini tiba di bandara jauh lebih awal untuk memproses keberangkatan. Dimasa pandemi ini, pihak PT Angkasa Pura II juga menyediakan fasilitas touchless seperti tombol pedal kaki di lift, wastafel otomatis, mesin hand sanitizer otomatis dan lainnya.

"Dalam waktu dekat kita juga akan meluncurkan travelation untuk memeriksa dokumen secara digital, calon penumpang nanti dapat mengunggah berkas yang diperlukan sebagai syarat boleh terbang," kata Indra.

Indra Gunawan mengatakan digitalisasi di segala aspek memang menjadi suatu keharusan terlebih di saat kondisi seperti ini. “Tuntutannya adalah efisiensi dalam hal waktu di tengah adanya prosedur tambahan yang harus dijalani penumpang pesawat, dan salah satu solusi adalah melalui travelation,” kata Indra.

 

sumber : Antara
Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement