Senin 08 Jun 2020 19:18 WIB

Polisi Selidiki Serangan Granat ke Rumah DPRK Aceh Barat

Tak ada korban jiwa dalam serangan granat di rumah DPRK Aceh Barat.

Personel Tim Jihandak dan Jibom Satbrimobda Polda Aceh melakukan identifikasi tempat kejadian perkara pelemparan granat oleh orang tidak dikenal (OTK) di depan rumah salah satu anggota DPRK Aceh Barat di Desa Alue Perman, Kecamatan Woyla Barat, Kabupaten Aceh Barat, Aceh, Senin (8/6/2020).
Foto: Antara/Syifa Yulinnas
Personel Tim Jihandak dan Jibom Satbrimobda Polda Aceh melakukan identifikasi tempat kejadian perkara pelemparan granat oleh orang tidak dikenal (OTK) di depan rumah salah satu anggota DPRK Aceh Barat di Desa Alue Perman, Kecamatan Woyla Barat, Kabupaten Aceh Barat, Aceh, Senin (8/6/2020).

REPUBLIKA.CO.ID, MEULABOH— Tim Penjinak Bom (Jibom) Polda Aceh, Senin (8/6) siang melakukan penyelidikan kasus pelemparan granat yang terjadi di samping rumah Ahmad Yani, seorang anggota DPRK Aceh Barat, di Desa Alue Perman, Kecamatan Woyla Barat, Kabupaten Aceh Barat.

Akibat ledakan tersebut, bagian jendela kaca rumah korban dan tetangga korban rusak. "Saat ini sedang dilaksanakan olah TKP (tempat kejadian perkara) oleh tim Jibom Brimob Polda Aceh," kata Kapolres Aceh Barat, AKBP Andrianto Argamuda, kepada wartawan, di lokasi kejadian, Senin.

Baca Juga

Menurutnya, ledakan yang terjadi di depan rumah Nyak Na, warga Desa Alue Perman, Kecamatan Woyla Barat, Kabupaten Aceh Barat, pada Senin dini hari sekitarpukul 04.00 WIB tersebut, diduga akibat ledakan granat. "Benar telah terjadi ledakan, kami duga ledakan granat," ucap Kapolres Andrianto.

Lokasi ledakan granat tersebut berada di samping rumah seorang Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Barat, Ahmad Yani. Pihaknya masih terus bekerja untuk melakukan penyelidikan, guna memastikan penyebab kejadian tersebut. 

"Saat granat meledak, saya dan keluarga sedang tertidur. Kami kaget saat mendengar suara dentuman keras,"ungkap Ahmad Yani, Senin pagi.

Menurutnya, ledakan granat yang diduga sengaja dilempar ke rumahnya tersebut tidak mengenai bagian kamar tempat dirinya beristirahat. Granat tersebut jatuh di bagian samping rumah di sekitar pohon mangga.

Ahmad Yani mengaku bersyukur atas musibah tersebut, karena granat yang diduga dilempar orang tidak dikenal tersebut tidak menyebabkan korban jiwa di masyarakat, maupun anggota keluarganya.

sumber : Antara

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement