REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Direktur Eksekutif Lembaga Survei Indonesia (LSI) Djayadi Hanan menilai Ketua Umum Prabowo Subianto masih sangat berpeluang untuk maju kembali dalam pemilihan presiden (pilpres) 2024 mendatang. Hal tersebut disampaikan Hanan menanggapi keinginan 34 DPD Partai Gerindra dalam rapat pimpinan nasional (rapimnas) Partai Gerindra beberapa waktu lalu yang meminta Prabowo untuk kembali memimpin Partai Gerindra hingga 2025.
"Soal kans Prabowo menjadi capres kembali, saya kira masih terbuka," kata Djayadi melalui pesan WhatsApp kepada Republika.co.id, Ahad (7/6).
Djayadi mengungkapkan, elektabilitas Prabowo di sejumlah survei masih lebih unggul ketimbang nama capres lain yang sudah beredar seperti Anies Baswedan, Sandiaga Uno, Ganjar Pranowo, Ridwan Kamil, AHY, dan sejumlah nama lain. Tinggal menunggu kesiapan Prabowo apakah dirinya berminat bertarung lagi di Pilpres 2024 dan memilih akan berpasangan dengan siapa dan berkoalisi dengan partai mana saja.
"Pemilu 2024 masih empat tahun lagi, dan masih sangat mungkin terjadi perubahan peta elektabilitas dari calon-calon yang mungkin maju nantinya," ujar dosen ilmu politik Universitas Paramadina tersebut.
Hal senada juga disampaikan Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia Adi Prayitno. Adi menilai kembalinya Prabowo Subianto menjadi ketua umum Partai Gerindra merupakan bagian dari jalan menuju Pilpres 2024. "Semua tergantung Prabowo apakah siap tanding lagi atau tidak," kata Adi melalui pesan WhatsApp kepada Republika.co.id, Ahad.
Ia menganggap Prabowo sudah memiliki bekal yang relatif cukup memadai. Menurutnya Partai Gerindra hanya membutuhkan tambahan dukungan satu partai menggenapi ambang batas presiden. "Dari segi elektabilitas Prabowo sudah bekal," ungkapnya.