Senin 01 Jun 2020 23:10 WIB

Dua Warga Tenggelam di Sungai Luk Ulo

Kedua korban dilaporkan akan pergi memancing dengan menggunakan perahu gethek.

Rep: Eko Widiyatno/ Red: Muhammad Fakhruddin
Ilustrasi Tenggelam
Foto: Foto : MgRol112
Ilustrasi Tenggelam

REPUBLIKA.CO.ID,KEBUMEN -- Dua orang dilaporkan tenggelam dan terseret air di muara Sungai Lukulo di Desa Tegalretno Kecamatan Petanahan Kabupaten Kebumen, Senin (1/6) pagi. Kedua korban, terdiri dari Mujahidin (22) dan Faida Rohman (23), keduanya merupakan warga Jagasima Kecamatan Klirong.

''Kami mendapat laporan kejadian itu tadi pagi dan langsung memberangkatkan tim SAR untuk melakukan pencarian,'' jelas Humas Basarnas Cilacap, Syaeful.

Sejauh ini, dia mengaku belum diketahui bagaimana kronologi kejadian hanyutnya kedua korban. Keterangan sementara yang dia peroleh, kedua korban dilaporkan akan pergi memancing dengan menggunakan perahu gethek. Namun saat baru akan mencari lokasi memancing, perahu gethek mereka terbalik dihantam gelombang laut. ''Keduanya korban langsung terseret arus dan tenggelam,'' katanya.

Dia menyebutkan, upaya pencarian saat ini difokus di lokasi sekitar muara Sungai Luk Ulo. Upaya pencarian melibatkan sejumlah personil dari Polsek dan Koramil Petanahan, SAR Tunas Kelapa, masyarakat sekitar dan keluarga korban.

Sementara di Banyumas, tim SAR dari Tagana dan Pramuka Peduli Bencana melakukan evakuasi terhadap jenazah di Bendung Gerak Serayu Desa Tambaknegara Kecamatan Rawalo, Senin (1/6). Belakangan dikethaui, korban  bernama Sugeng Waluyo (32), warga Desa Kalisube Kecamatan Banyumas.

Koordinator Tagana Banyumas Ady Candra menyebutkan, adanya jenazah mengapung ditemukan petugas bendung gerak, Senin (1/6) pagi. Saat itu, petugas melihat  sesosok mayat terapung di pintu 6 bedung gerak. Temuan itu langsung dilaporkan ke Polsek Rawalo, yang kemudian meneruskan ke elemen SAR Banyumas.

Setelah jenazah berhasil dievakuasi, petugas Innafis Polresta Banyumas melakukan pemeriksaan. Namun dari jenasah korban tidak ditemukan identitas apa pun. Selain itu, pada tubuh korban juga tidak ditemukan adanya tanda bekas penganiayaan.

''Saat jenazah akan dibawa ke RSU Margono Soekarjo, ada warga Desa Kalisube datang ke lokasi dan mengaku kehilangan anggota keluarganya sejak Sabtu (30/5). Setelah dilihat dengan seksama, mereka memastikan jenazah tersebut  adalah keluarga mereka,'' jelasnya. Atas permintaan keluarga, kata Ady Candra, jenazah langsung dibawa ke rumah duka di Kalisube untuk dimakamnkan. 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement