Selasa 19 May 2020 21:29 WIB

Dinkes Bogor Klarifikasi Tiga Pedagang Reaktif Covid-19

502 pedagang dan pengunjung Pasar Bogor mengikuti rapid test.

Rep: Nugroho Habibi/ Red: Muhammad Fakhruddin
Sejumlah warga dan pengendara motor memadati kawasan Pasar Anyar, Kota Bogor, Jawa Barat, Senin (18/5/2020). Kawasan pasar tradisional tersebut dipadati warga yang ingin berbelanja kebutuhan lebaran meskipun Pemerintah Kota Bogor sedang menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) untuk mencegah penyebaran virus Corona (COVID-19).
Foto: Antara/Arif Firmansyah
Sejumlah warga dan pengendara motor memadati kawasan Pasar Anyar, Kota Bogor, Jawa Barat, Senin (18/5/2020). Kawasan pasar tradisional tersebut dipadati warga yang ingin berbelanja kebutuhan lebaran meskipun Pemerintah Kota Bogor sedang menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) untuk mencegah penyebaran virus Corona (COVID-19).

REPUBLIKA.CO.ID,BOGOR -- Kepala Dinas Kesehatan (Dikes) Kota Bogor Sri Nowo Retno meluruskan kabar adanya tiga pedagang Pasar Bogor yang positif Covid-19. Retno menjelaskan, tiga pedagang tersebut mengikuti rapid test yang dilakukan Badan Inteljen Negara (BIN) bersama Pemerintah Kota Bogor.

"Saya sudah konfirmasi ke Dinkes Propinsi (Jabar). Berita tersebut, kegiatan di Pasar Bogor dengan BIN minggu lalu," kata Retno saat dihubungi, Selasa (19/5).

Waktu itu, Retno menjelaskan, 502 pedagang dan pengunjung Pasar Bogor mengikuti rapid test. Hasilnya, tiga di antaranya dinyatakan reaktif dan satu pedagang terkonfirmasi positif Covid-19 setelah dilakukan swab test. "Satu positif Covid warga Kabupaten Bogor, pedagang di lantai satu Pasar Bogor," jelas dia.

Usai adanya satu pedagang yang positif, jelas Retno, pihaknya segera melakukan pelacakan kontak yang dilakukan oleh pedagang itu. Setidaknya, terdapat 16 orang yang melakukan kontak dengan pedagang itu di swab test. "Tapi yang 16 (orang) hasil tracing kontak dengan pedagang yang positif di Pasar Bogor belum ada hasilnya," jelas dia.

Sementara, hasil test swab di Pasar Kebon Kembang pada Jumat 8 April 2020 lalu, yang dikirimkan ke Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BBTKLPP) Jakarta belum seluruhnya keluar. Retno mengatakan, baru 30 orang yang telah dinyatakan negatif.

"Yang Jumat lalu kita belum menerima hasil secara keseluruhan. Baru 30 yang kita terima dan dinyatakan positif semua," jelas dia.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement