Senin 20 Apr 2020 14:06 WIB

Tiga Pasien Baru Positif Covid-19 di OKU Tanpa Gejala

Tiga pasien baru yang positif Covid-19 tak menunjukkan gejala

Rep: Antara/ Red: Christiyaningsih
Penanganan pasien terdampak virus corona. Tiga pasien baru yang positif Covid-19 tak menunjukkan gejala. Ilustrasi.
Foto: VOA
Penanganan pasien terdampak virus corona. Tiga pasien baru yang positif Covid-19 tak menunjukkan gejala. Ilustrasi.

REPUBLIKA.CO.ID, BATURAJA - Tiga pasien baru yang positif terpapar virus corona atau Covid-19 di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Sumatera Selatan ternyata sama sekali tidak memiliki gejala terkena virus tersebut. Kondisi ini dikenal dengan sebutan orang tanpa gejala (OTG).

"Namun ketiganya dipastikan sudah melakukan isolasi mandiri di rumah masing-masing sebelum tes swab mereka dinyatakan positif," kata Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Ogan Komering Ulu (OKU) Rozali di Baturaja, Senin.

Baca Juga

Dia mengemukakan ketiga pasien baru tersebut adalah ER (56), V (30), dan Y (43). Mereka merupakan orang-orang yang terkait erat dengan pasien positif sebelumnya yakni pasien 01, 02, dan 03 yang saat ini masih diisolasi di RSMH Palembang.

"Ya, ketiganya tanpa gejala dan kemarin sekitar pukul 16.00-17.00 WIB sudah kami jemput di rumah masing-masing untuk diobservasi di Hotel Baturaja," katanya.

 

Rozali menegaskan sebelum hasil tes swab ketiganya dinyatakan positif, ER, V, dan Y sudah diminta untuk melakukan karantina mandiri di rumah masing-masing. "Mereka masuk OTG dan melakukan observasi di rumah masing-masing sebelum hasil swab mereka dinyatakan positif. Sekarang sudah diobservasi di Hotel Baturaja," tegasnya.

Dengan adanya penambahan tiga pasien baru tersebut, kata dia, hingga saat ini tercatat jumlah warga Kabupaten OKU yang dinyatakan positif terjangkit virus corona berjumlah enam orang. "Untuk kabar baiknya sekarang ini kondisi pasien 01 yang masih diisolasi di RSMH Palembang sudah mulai membaik atau dalam tahap penyembuhan," ungkapnya.

Satgas Covid-19 OKU juga mengimbau agar masyarakat tidak memandang kasus ini sebagai aib penderitanya. Namun justru masyarakat harus saling mendukung satu sama lain supaya wabah ini segera berlalu.

"Ini bukan aib karena ini adalah wabah yang terjadi di seluruh dunia. Mari kita putus mata rantai penyebarannya dengan tetap menjaga jarak social distancing dan physical distancing," tegas Rozali.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement