Kamis 02 Apr 2020 15:53 WIB

Dua PDP Corona di RSHS Bandung Meninggal

Total jumlah PDP di RSHS ada 100 orang, ODP sebanyak 321 orang.

Rep: Muhammad Fauzi Ridwan/ Red: Bilal Ramadhan
Petugas medis membawa pasien ke ruang isolasi saat simulasi penanganan pasien virus corona di RS Hasan Sadikin, Bandung, Jawa Barat.
Foto: Antara/M Agung Rajasa
Petugas medis membawa pasien ke ruang isolasi saat simulasi penanganan pasien virus corona di RS Hasan Sadikin, Bandung, Jawa Barat.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Dua orang pasien dalam pengawasan (PDP) covid-19 yang dirawat di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung meninggal dunia. Namun belum dipastikan apakah keduanya positif atau negatif covid-19.

Total PDP yang meninggal sejak wabah korona muncul berjumlah 19 orang dimana 11 orang diantaranya terkonfirmasi positif terpapar covid-19.

"PDP yang meninggal hari ini berjumlah dua orang. Total PDP yang meninggal hingga hari ini berjumlah 19 orang, dari 19 orang ini 11 yang terkonfirmasi positif," ujar Direktur Perencanaan Organisasi dan Umum RSHS Bandung, Kamaruzzaman, Kamis (2/4).

Menurutnya, mayoritas pasien yang meninggal dunia berusia diatas 50 tahun serta memiliki penyakit penyerta atau kronis. Katanya, penyakit penyerta yang paling banyak diderita pasien yaitu hipertensi dan diabetes.

Ia menambahkan, jumlah orang dalam pemantauan (ODP) baru di hari ini berjumlah 6 orang sedangkan totalnya mencapai 321 orang. Sedangkan PDP baru hari ini berjumlah 4 orang dan total seluruhnya mencapai 100 orang.

"Total PDP yang dirawat hari ini berjumlah 47 orang, dari total itu 26 orang masih menunggu hasil swab. Sementara yang sudah terkonfirmasi positif berjumlah 18 orang. PDP positif baru, hari ini berjumlah satu orang sehingga total PDP positif hari ini berjumlah 18 orang," katanya.

Kamaruzzaman mengatakan satu orang PDP dinyatakan negatif dan sembuh sehingga diperbolehkan untuk pulang ke rumah. Katanya, pihaknya mengimbau agar masyarakat menjaga dan melindungi orangtua yang rentan dan berisiko tinggi terpapar covid-19.

"Dengan cara mereka yang masih beraktivitas diluar rumah saat kembali ke rumah untuk menjaga jarak, gunakan masker dan lindungi mereka yang berisiko tinggi," katanya.

Menurutnya, jika tetap harus beraktivitas diluar rumah maka gunakan masker,  melakukan physical distancing dan social distancing, menjauhi kerumunan. Serta menjaga kesehatan dengan mencuci tangan.

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement