Kamis 30 Jan 2020 19:17 WIB

Ari Sigit Kembalikan Aliran Uang Rp 3,5 Miliar dari MeMiles.

Ari Sigit menyerahkan uang tersebut lewat transfer.

Ari Haryo Wibowo Harjojudanto atau Ari Sigit (tengah).
Foto: Antara/Didik Suhartono
Ari Haryo Wibowo Harjojudanto atau Ari Sigit (tengah).

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Cucu mantan Presiden Soeharto, Ari Sigit, telah menyerahkan uang sebesar Rp3,5 miliar yang diduga aliran dana dari investasi bodong MeMiles kepada Kepolisian Daerah Jawa Timur.

Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda Jatim Kombes Pol. Gidion Arif Setyawan mengatakan bahwa Ari Sigit tidak menyerahkan uang tersebut secara langsung, tetapi melalui transfer pada rekening utama barang bukti kasus "MeMiles".

Baca Juga

"Uangnya ditransfer ke rekening barang bukti. Namun, belum diekspose karena kami masih di Jakarta," ucap perwira menengah dengan pangkat tiga melati di pundak tersebut, ketika dikonfirmasi di Surabaya, Kamis.

Gidion menyebut hingga kini jumlah total uang sitaan barang bukti mencapai Rp136 miliar. Dalam waktu dekat, akan dirinci dari mana saja uang tersebut, sekaligus melakukan ekspose barang bukti.

Kasus investasi bodong "MeMiles" dibongkar oleh Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Jatim.

Polisi telah menetapkan lima tersangka, yaitu Direktur PT Kam and Kam Kamal Tarachan, Manajer Suhanda, motivator dr Eva Martini Luisa, Kepala Tim IT "MeMiles" Prima Hendika, serta orang kepercayaan Direktur PT Kam and Kam yang bertugas membagi reward kepada para member, Sri Wiwit.

Selain itu, polisi telah memeriksa beberapa figur publik, yakni Eka Deli, Marcello Tahitoe (Ello), Pinkan Mambo, Tata Janeeta, Regina Idol, dan desainer Adjie Notonegoro.

Penyidik juga memeriksa cucu presiden ke-2 RI H.M. Soeharto, Ari Sigit, dan istrinya, Rika Callebaut. Dari kasus tersebut, polisi menyita barang bukti uang tunai dari tersangka sebesar Rp136 miliar, 24 unit mobil, dua unit sepeda motor, serta puluhan barang elektronik dan beberapa aset berharga lainnya.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement