Rabu 29 Jan 2020 19:09 WIB

Panja Minta Semua Pihak tak Berspekulasi Soal Jiwasraya

Aria Bima tak menghiraukan pernyataan Susilo Bambang Yudhoyono soal Jiwasraya.

Rep: Nawir Arsyad Akbar/ Red: Ratna Puspita
Wakil Ketua Komisi VI DPR sekaligus Ketua panitia kerja (Panja) Jiwasraya Aria Bima (tengah) bersama Anggota Komisi VI DPR sekaligus anggota Panja Jiwasraya Hendrik Lewerissa (kiri) dan Andre Rosiade (kanan)
Foto: Antara/Galih Pradipta
Wakil Ketua Komisi VI DPR sekaligus Ketua panitia kerja (Panja) Jiwasraya Aria Bima (tengah) bersama Anggota Komisi VI DPR sekaligus anggota Panja Jiwasraya Hendrik Lewerissa (kiri) dan Andre Rosiade (kanan)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Panitia kerja (Panja) Komisi VI DPR RI yang menangani kasus PT Asuransi Jiwasraya Aria Bima, menilai pemerintah dan panja telah serius dalam menangani masalah tersebut. Ia meminta semua pihak tak lagi berspekulasi terkait kasus tersebut.

"Sekarang pemerintah sedang bekerja dan Panja juga serius, tentunya ketenangan yang kondusif segera selesai," ujar Aria di Gedung Nusantara I, Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (29/1).

Baca Juga

Ditanya soal pernyataan Presiden ke-6 Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono yang menyebut bahwa ada oknum di parlemen yang ingin menjatuhkan dua menteri, ia tak menghiraukan hal tersebut. Sebab, ia melihat DPR dan pemerintah serius dalam menyelesaikan masalah Jiwasraya.

"Kami berprinsip bahwa anjing mengonggong kafilah tetap berlalu dan kami tidak melihat persoalan itu bagian ranah yang perlu kami selesaikan," ujar Aria.

Kendati demikian, ia berharap pemerintah dapat memberikan solusi terbaik untuk nasabah Jiwasraya. Sehingga, kepercayaan publik terhadap pemerintah dapat kembali.

"Kita ingin bagaimana opsi-opsi penyelesaian Jiwasraya, kita ingin opsi itu realistis dengan regulasi yang ada," ujar Wakil Ketua Komisi VI itu.

Diketahui, anggota Panja Jiwasraya dari Komisi VI beranggotakan 32 orang. Fraksi Partai Demokrat menjadi pihak terakhir yang bergabung, dengan mengirimkan dua wakilnya.

Aria menjelaskan, panja menggelar rapat kerja tertutup dengan Kementerian BUMN dan jajaran direksi Jiwasraya pada hari ini. Dari pertemuan hari ini, diharapkan pihaknya dapat mencari solusi dari peliknya masalah tersebut.

"Keinginannnya secepat mungkin penyelesaian Jiwasraya terutama berkaitan jatuh tempo pemegang polis dan pemegang saving plan yang tinggi, keputusan harus disampaikan ke nasabah," ujar Aria.

Berita Lainnya

Rekomendasi