REPUBLIKA.CO.ID, TEL AVIV -- Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu seperti dilaporkan Press TV dilansir Anadolu diduga merencanakan sebuah cipta kondisi atau 'false flag' lewat insiden pembajakan pesawat Uni Emirat Arab untuk membuat Amerika Serikat (AS) kembali berperang dengan Iran. Penyiar Press TV menyebutkan berdasarkan seorang "sumber regional tepercaya" menduga insiden Flydubai baru-baru ini bagian dari rencana Netanyahu itu.
Menurut sumber, operasi cipta kondisi itu didiskusikan dan difinalisasikan dalam kunjungan rahasia Netanyahu ke UEA tiga hari sebelum insiden Flydubai terjadi. Sumber itu mengeklaim bahwa Netanyahu ditemani oleh beberapa pejabat senior militer dan intelijen Israel dan diskusi itu melibatkan beberapa pejabat Arab yang fokus pada perancangan operasi yang nantinya bisa diarahkan ke Iran sebagai kambing hitam.
Sumber Press TV menyebut tujuan perancangan cipta kondisi itu adalah untuk menarik perhatian Presiden AS Donald Trump agar kembali berperang dengan Iran. Sumber itu juga menduga insiden Flydubai juga terkait dengan situasi politik internal, di mana Netanyahu diduga sedang khawatir dengan prospek koalisinya dalam pemilu parlementer pada 27 Oktober nanti.
Press TV tidak menyebut identitas sumbernya dan tidak menghadirkan bukti atas laporannya. Tidak ada respons segera dari Israel, UEA dan AS atas laporan Press TV itu.




