Selasa 07 May 2019 13:38 WIB

Uji Petik Kapal di Tanjung Perak, Perbaiki Kekurangan

Total kapal penumpang di Pelabuhan Tanjung Perak ada sekitar 36 kapal.

Tim Uji Petik Direktorat Perkapalan dan Kepelautan (Ditkepel) Ditjen Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan melaksanakan uji petik kelaiklautan kapal penumpang di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Senin (6/5).
Foto: Foto: Humas Ditjen Hubla
Tim Uji Petik Direktorat Perkapalan dan Kepelautan (Ditkepel) Ditjen Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan melaksanakan uji petik kelaiklautan kapal penumpang di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Senin (6/5).

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Memasuki penyelenggaraan Angkutan Laut Lebaran Tahun 2019 yang tinggal beberapa minggu lagi, Tim Uji Petik Direktorat Perkapalan dan Kepelautan (Ditkepel) Ditjen Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan melaksanakan uji petik kelaiklautan kapal penumpang di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Senin (6/5). Adapun uji petik dilakukan terhadap 2 (dua) kapal penumpang yang tengah masuk ke Pelabuhan Tanjung Perak yakni KM Ngapulu dan KM Niki Barokah.

Uji petik ini merupakan rangkaian dari uji petik yang dilaksanakan oleh Tim Ditkapel di 16 lokasi pelabuhan di seluruh Indonesia. Selain itu, uji petik juga dilaksanakan oleh seluruh Unit Pelaksana Teknis (UPT) pelabuhan di Indonesia untuk memastikan kelaiklautan kapal-kapal yang akan digunakan sebagai angkutan lebaran tahun ini di wilayah kerja masing-masing.

Kasubdit Pencegahan Pencemaran dan Manajemen Keselamatan Kapal dan Perlindungan Lingkungan di Perairan Ditkapel Capt Jaja Suparman menyebutkan, total kapal penumpang di Pelabuhan Tanjung Perak ada sekitar 36 kapal.  Hingga saat ini, kata dia, Kantor Kesyahbandaran Utama Tanjung Perak sudah melakukan uji petik terhadap 23 kapal karena mengikuti jadwal kedatangan kapal di Surabaya,

“Pada saat Tim Ditkapel ke Tanjung Perak seharusnya ada 3 (tiga) kapal yang masuk ke pelabuhan yaitu KM Niki Barokah, KM Ngapulu dan KM Dharma Rucitra. Namun KM Dharma Rucitra terlambat datang karena keterlambatan keberangkatan dari Batu Licin Kalimantan Selatan sehingga 2 (dua) kapal yang diperiksa,” kata Jaja saat memimpin jalannya uji petik di Tanjung Perak, dalam keterangannya yang diterima Republika.co.id, Selasa (7/5).

Menurutnya, aspek-aspek yang diperiksa pada uji petik ini diantaranya kondisi perlengkapan navigasi, permesinan, peralatan keselamatan dan pemadam kebakaran serta aspek lainnya.

Dari hasil pemeriksaan kapal ditemukan beberapa temuan dan kekurangan yang langsung disampaikan kepada Nakhoda dan perwakilan pemilik kapal untuk segera ditindaklanjuti dan diperbaiki oleh operator kapal.

“Selanjutnya kami meminta agar perusahaan pelayaran selaku pemilik kapal berkomitmen untuk memperbaiki dan memenuhi kekurangan dan temuan-temuan yang didapatkan dari hasil uji petik tersebut,” tegas Jaja.

Pihaknya berharap uji petik yang dilaksanakan oleh Tim Ditkapel bersama dengan para pejabat pemeriksa keselamatan kapal dari Kantor kesyahbandaran Utama Tanjung Perak ini dapat meningkatkan kesadaran para operator kapal akan pentingnya pemenuhan aspek keselamatan dan kelaiklautan kapal sehingga tercipta mudik selamat guyub rukun.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement