Rabu 24 Apr 2019 19:22 WIB

Bupati Serang Mendadak Jadi Barista di Festival Kopi Banten

Kopi yang dibuat dengan teknik yang baik dan penuh kesabaran, ternyata nikmat.

Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah menjadi barista di acara Festival Kopi Banten, Rabu (24/4).
Foto: Humas Pemkab Serang
Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah menjadi barista di acara Festival Kopi Banten, Rabu (24/4).

REPUBLIKA.CO.ID, SERANG -- Festival Kopi Banten pertama kali digelar di Pendopo Bupati Serang, Rabu (24/4). Sebagai tuan rumah, Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah bahkan mendadak menjadi barista, belajar langsung dan menikmati kopi yang dibuatnya. “Kopi yang dibuat dengan teknik yang baik dan penuh kesabaran, ternyata nikmat,” kata Tatu.

Ia kemudian memberikan kopi hasil racikannya kepada Wakil Bupati Pandji Tirtayasa yang langsung kagum dengan kenikmatan kopi hasil racikan Bupati Serang.

Baca Juga

Tatu meracik arabika simalungun metode V60. Ia memakai suhu air 82 derajat dengan rasio 1:15.

Keunikan atau kelebihan metode V60, bisa lebih banyak mengeluarkan rasa dari kopi. V60 dinilai paling pas untuk menyeduh kopi yang digiling sedikit kasar dengan takaran 15 gram.

photo
Ratu Tatu Chasanah menjadi barista di acara Festival Kopi Banten, Rabu (24/4)

Usai meracik kopi arabika simalungun, Tatu setengah bercanda tertarik untuk bisa berbisnis kopi. Apalagi, Kabupaten Serang punya sentra perkebunan kopi rakyat di Kecamatan Cinangka yang dekat dengan Pantai Anyer.

“Kopi ini kan sedang digandrungi, makanya kafe-kafe kopi bermunculan. Sentra kopi di Kabupaten Serang bisa juga menjadi objek wisata,” ujarnya dalam siaran pers kepada Republika.co.id.

Tatu mempersilakan para komunitas kopi maupun barista untuk memanfaatkan halaman Pendopo Bupati Serang pada Sabtu-Ahad untuk menjadi tempat menjajakan kopi dan tempat nongkrong yang positif. “Kita bisa buktikan bahwa Banten punya kopi, bertahap kita kembangkan,” ujarnya.

Khairul Imam, barista dari The Suryadis Coffee, mengaku terkesan dengan Festival Kopi Banten. Apalagi berkesempatan meracik kopi dan berinteraksi langsung dengan Bupati Serang. “Saya bersyukur, khususnya Kabupaten Serang ngeh (sadar dan paham, Red) dengan kopi,” ujarnya.

Festival Kopi Banten, Imam mengatakan, membuat pelaku sekaligus pencinta kopi di Kabupaten Serang khususnya merasa dihargai dan dianggap ada oleh semua kalangan. “Pokoknya acaranya keren,” ujarnya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement