Sabtu 09 Mar 2019 22:09 WIB

LSGS 2019 Gairahkan Pariwisata NTB di Saat Lesu Kunjungan

Masa low season pada tahun ini relatif lebih berat dirasakan para industri wisata.

Rep: Muhammad Nursyamsyi/ Red: Endro Yuwanto
 Lombok Sumbawa Great Sale 2019. Dinas Pariwisata NTB menutup Lombok Sumbawa Great Sale 2019 di Lombok Epicentrum Mall, Kota Mataram, NTB, Sabtu (9/3)
Foto: Republika/Muhammad Nursyamsi
Lombok Sumbawa Great Sale 2019. Dinas Pariwisata NTB menutup Lombok Sumbawa Great Sale 2019 di Lombok Epicentrum Mall, Kota Mataram, NTB, Sabtu (9/3)

REPUBLIKA.CO.ID, MATARAM -- Ajang pesta diskon terbesar di Nusa Tenggara Barat (NTB), Lombok Sumbawa Great Sale (LSGS) 2019, resmi berakhir pada Sabtu (9/3) malam setelah dibuka sejak 27 Januari lalu. Kepala Dinas Pariwisata NTB Lalu Muhammad Faozal mengatakan, LSGS merupakan salah satu agenda andalan NTB dalam menggairahkan sektor pariwisata saat low season yang biasanya terjadi pada awal tahun.

Faozal mengatakan, masa low season pada tahun ini relatif lebih berat dirasakan para industri wisata lantaran dampak pascagempa hingga kenaikan tiket pesawat dan bagasi berbayar.

Faozal menyebutkan, penyelenggaraan LSGS cukup mampu menggairahkan sektor pariwisata. Ia mencatat, jumlah tenan atau pelaku industri wisata seperti hotel, restoran, toko, dan jasa paket wisata yang terlibat dalam LSGS 2019 mencapai 120 tenan atau meningkat 50 persen dibanding LSGS 2018.

"LSGS menggerakkan kami dari sisi okupasi hotel dan kegiatan belanja yang kembali bergairah selama sebulan ini. Total transaksi selama LSGS 2019 mencapai Rp 10,5 miliar," ujar Faozal saat penutupan LSGS 2019 di Lombok Epicentrum Mall, Kota Mataram, NTB, Sabtu (9/3).

Faozal menambahkan, Dinas Pariwisata NTB menerima segala masukan terkait penyelengaraan LSGS agar ke depan bisa lebih baik dan berdampak lebih besar bagi sektor pariwisata NTB.

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) NTB I Gusti Lanang Patra mengatakan, LSGS 2019 cukup memberikan kontribusi positif terhadap sektor pariwisata yang sedang lesu akibat berbagai persoalan.  "Okupansi bulan ini ada kenaikan sekira 11,5 persen dibanding periode yang sama pada tahun lalu. Ini tentu ada dampak dari great sale," kata dia.

Kendati begitu, Lanang menyayangkan jika ajang LSGS 2019 hanya digelar tidak sampai dua bulan. Menurut Lanang, dampak LSGS akan semakin maksimal jika waktu penyelenggaraan lebih lama karena memberikan opsi menarik bagi para wisatawan dalam merencanakan perjalanan ke NTB.  "Mestinya jangan satu bulan dan kita kemas jauh-jauh hari sebelumnya, minimal enam bulan sebelumnya, kita jual di luar daerah dan luar negeri," ucap dia.

Selain itu, Lanang berharap pada LSGS ke depan ada keterlibatan lebih maksimal dari maskapai penerbangan. Lanang menilai, sektor penerbangan menjadi salah satu kunci peningkatan kunjungan wisatawan ke NTB.  "Harus ada kerja sama dengan maskapai sehingga bisa jual paket lengkap dari sisi penerbangan hingga akomodasi dan paket wisata. Kalau dikemas dengan baik maka akan sangat menarik untuk merangsang turis yang mungkin belum pernah ke NTB," kata dia menambahkan.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement