Rabu 19 Dec 2018 20:11 WIB

Tingkatkan Pertumbuhan Ekonomi, DKI Optimalkan Pariwisata

Pertumbuhan ekonomi Jakarta bisa tumbuh 6 persen sampai 6,4 persen

Rep: Mimi Kartika/ Red: Gita Amanda
Pemandu wisata memberikan penjelasan kepada turis mancanegara di Masjid Istiqlal, Jakarta, Ahad (28/1). Jakarta merupakan salah satu destinasi wisata halal Indonesia.
Foto: Republika/Putra M Akbar
Pemandu wisata memberikan penjelasan kepada turis mancanegara di Masjid Istiqlal, Jakarta, Ahad (28/1). Jakarta merupakan salah satu destinasi wisata halal Indonesia.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Plt Asisten Perekonomian DKI Jakarta Sri Haryati menanggapi mengenai pertumbuhan ekonomi Jakarta yang diprediksi mencapai angka 6 persen di tahun 2019. Menurut dia, salah satu upaya yang bisa dilakukan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta yakni mengoptimalkan sektor pariwisata.

"Kami mau mengejar sektor pariwisata, sebetulnya banyak sekali yang bisa kami optimalkan," ujar Sri ditemui usai konferensi pers Evaluasi Ekonomi Jakarta Tahun 2018, Jakarta Pusat, Rabu (19/12).

Ia menjelaskan, Pemprov DKI akan merancang program yang bisa diminati wisatawan. Sri menyebut, pihaknya sudah menyusun sejumlah kegiatan atau acara selama satu tahun penuh dalam calendar of the year. Ia juga mengatakan, telah bekerja sama dengan komunitas untuk mengemas pertunjukan atraksi atau seni agar diminati wisatawan.

"Kami juga bikin calendar of the year yang sudah kami siapkan, kami mengajak komunitas untuk mengemas pertunjukan atraksi dan seni itu menjadi betul-betul yang diminati oleh wisatawan," kata Sri.

Selain itu, ia mengatakan, pihaknya juga fokus meningkatkan pertumbuhan ekonomi kreatif. Serta mendorong kegiatan belanja infrastruktur di DKI Jakarta.

Sementara, Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) DKI Jakarta Trisno Nugroho memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Jakarta bisa tumbuh 6 persen sampai 6,4 persen. Menurutnya, untuk mendorong ekonomi Jakarta dibutuhkan sumber pertumbuhan ekonomi yang baru salah satunya pariwisata.

"Pariwisata itu bisa jadi sumber pertumbuhan ekonomi baru di Jakarta, karena kalau tidak digenjot pertumbuhan (ekonomi) bisa turun," kata Trisno.

Menurut dia, sumber pertumbuhan ekonomi baru dibutuhkan karena sejumlah pembangunan di DKI Jakarta akan selesai dalam waktu dekat. Seperti pembangunan Moda Raya Terpadu (MRT) dan Lintas Rel Terpadu (LRT). Trisno mengatakan, Kepulauan Seribu dan kawasan Kota Tua bisa menjadi destinasi pariwisata di Jakarta.

"Makanya dibutuhkan sumber yang baru agar bisa tetap tumbuh. Pariwisata bisa jadi sumbernya karena Pulau Seribu dan kawasan Kota Tua itu kan bisa jadi destinasi Bali Baru," jelas dia.

Sehingga, lanjut Trisno, Pemprov DKI diharapkan terus memperhatikan amenitas, promosi, hingga segala macam pertunjukan yang bisa ditawarkan kepada wisatawan. Ia menambahkan, saat ini pariwisata di Jakarta sudah berkembang, dilihat dari jumlah hotel, wisata belanja, serta cendera mata.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement