Kamis 13 Dec 2018 15:22 WIB

Bupati Lombok Barat: Kemiskinan di Lombok Barat Turun

Target RPJMD untuk tahun 2018 ini adalah 15,90 persen.

Rep: Muhammad Nursyamsi/ Red: Muhammad Hafil
Kemiskinan, ilustrasi
Foto: Pandega/Republika
Kemiskinan, ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, LOMBOK BARAT -- Bupati Lombok Barat (Lobar) Fauzan Khalid mengatakan jumlah kemiskinan di Kabupaten Lombok Barat turun dari 16,46 persen pada 2017 menjadi 15,20 persen pada 2018. Ini berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).

"Kita bersyukur dengan capaian itu, padahal target kita di RPJMD untuk tahun 2018 ini adalah 15,90 persen," ujar Fauzan di Lobar, NTB, Kamis (13/12).

Fauzan menyampaikan, angka kemiskinan sebesar 15,20 persen pada 2018 sama dengan 103.770 jiwa atau turun 16,46 persen atau 110.692 jiwa pada 2017. Sedangkan untuk angka kedalaman kemiskinan turun dari 3,24 menjadi 3,07.

Sayangnya, kata Fauzan, angka tersebut tidak diikuti dengan indeks keparahan kemiskinan dari 0,92 pada 2017 mengalami peningkatan menjadi 0,95 pada 2018. Dalam rilis BPS itu, garis kemiskinan di Lombok Barat meningkat dari Rp 390.979 per kapita per bulan pada 2017 mengalami peningkatan menjadi Rp 412.487 per kapita per bulan.

"Artinya, masyarakat Lombok Barat perlu biaya yang lebih besar lagi dalam memenuhi kebutuhan hidupnya," lanjutnya.

Secara umum, seluruh Kabupaten/ Kota di Nusa Tenggara Barat mengalami hal yang sama dengan Kabupaten Lombok Barat. Kabupaten Lombok Utara, menurut BPS menjadi daerah yang paling signifikan dalam menurunkan angka kemiskinan, yaitu dari 32,06 persen pada 2017 menjadi 28,83 persen pada 2018. Secara komulatif untuk Provinsi NTB, kemiskinan di NTB pada 2017 adalah 793.776 jiwa atau 16,07 persen atau mengalami penurunan 14,75 persen atau 737.457 jiwa pada 2018 atau hanya mampu menurunkan 1,32 persen saja.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement