REPUBLIKA.CO.ID, LOMBOK UTARA -- Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTB Mardjito mengatakan, ratusan ribu pengungsi gempa Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) rentan terkena penyakit. Beberapa penyakit itu antara lain infeksi saluran pernafasan akut (ISPA), diare, demam, dan penyakit kulit lainnya.
"Penyakit itu muncul karena kondisi lingkungan yang memang tidak sehat, depresi, serta minimnya ketersediaan air bersih," ujar Mardjito di Lombok Utara, NTB, Selasa (14/8).

Korban gempa di Posko Pengungsian Dusun Karang Subagan, Desa Pemenang Barat, Pemenang, Lombok Utara, NTB, Selasa (14/8).
Marjito mengaku, khusus penyakit ISPA yang kini terdeteksi sebanyak 74 kasus, diare sebanyak 49 kasus, cedera ringan, demam dan penyakit kulit lainnya mencapai 40 kasus. Menurut dia, penyakit ini akan bisa menimbulkan masalah baru. "Ini karena sampah-sampah yang menumpuk dan MCK yang kini tidak ada di lokasi pengungsian akan rentan membuat ratusan ribu warga mengalami penyakit pascagempa," lanjutnya.

Kondisi pengungsi di Dusun Terengan Tanak Ampar, Desa Pemenang Timur, Kecamatan Pemenang, Kabupaten Lombok Utara, NTB, Senin (13/8).
Dia menjelaskan, tim kesehatan telah mendistribusikan 3,5 ton obat-obatan, dengan peruntukan 50 persen di Lombok Utara, 30 persen di Lombok Barat, dan 20 persen lainnya untuk stok. "Insya Allah semua kekuatan tenaga medis, termasuk adanya bantuan dari 100 lembaga relawan yang tersebar kita maksimalkan menangani korban gempa," ucapnya.