Rabu 16 May 2018 11:22 WIB

Tangkal Terorisme, Risma Minta RT dan RW Kenali Warganya

Pengurus RT diminta waspada terhadap orang-orang yang dirasa mencurigakan.

Rep: Dadang Kurnia/ Red: Friska Yolanda
Personel Brimob bersiaga saat dilakukannya penggeledahan oleh Tim Densus 88 di kediaman terduga pelaku bom bunuh diri Polrestabes Surabaya, di Tambak Medokan Ayu, Surabaya, Jawa Timur, Selasa (15/5).
Foto: Antara/Didik Suhartono
Personel Brimob bersiaga saat dilakukannya penggeledahan oleh Tim Densus 88 di kediaman terduga pelaku bom bunuh diri Polrestabes Surabaya, di Tambak Medokan Ayu, Surabaya, Jawa Timur, Selasa (15/5).

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini terus berusaha mengantisipasi berbagai ancaman terorisme di kotanya. Salah satunya dengan mengumpulkan pilar-pilar sosial, para pengurus RT-RW maupun tokoh masyarakat (tomas) se-Kelurahan Wonorejo Surabaya, untuk dilakukan pembinaan dan komunikasi sosial (komsos).

Hal ini dilakukan sebagai langkah untuk menjaga situasi aman dan kondusifnya Kota Surabaya. Risma menjelaskan, kegiatan tersebut juga sebagai sarana untuk mengadakan pengawasan perkembangan wilayah, khususnya di wilayah Kecamatan Rungkut, Surabaya. Dalam kesempatan ini, Risma menekankan agar tetap waspada terhadap orang-orang yang dirasa mencurigakan.

Warga juga diminta agar tidak mudah terpancing akan adanya provokasi. Selain itu, Ia juga mengimbau kepada seluruh warganya, agar aktif membantu pemerintah dalam upaya menekan ruang gerak para pelaku teror.

"Termasuk Siskamling dan PAM swakarsa, kalau bisa mohon untuk diaktifkan kembali," kata dia, saat memberikan arahan kepada RT-RW di Surabaya, Rabu (16/5).

Risma juga menyampaikan kepada para pengurus RT dan RW bagaimana ciri-ciri para pelaku teror yang biasa tinggal di masyarakat. Menurutnya, orang-orang seperti ini, justru biasanya akan lebih sopan dan ramah terhadap tetangga. Namun untuk kehidupannya, seperti keseharian ataupun pekerjaan mereka lebih memilih untuk tertutup.

"Kalau dirasa ada warga yang sangat dicurigai, jangan memaksa untuk mengatasinya. Saya tidak mau terjadi apa-apa dengan warga saya. Silahkan penjenengan memberikan informasi saja, biarkan nanti aparat yang bergerak," ujar Risma.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement