Kamis 03 May 2018 02:25 WIB

Korban ke Monas Tanpa Didampingi Orang Tua

Mahesa berangkat bersama ketiga temannya menuju Monas.

Rep: Silvy Dian Setiawan/ Red: Esthi Maharani
Orang tua dari korban tewas dalam acara bagi-bagi sembako di Monas, melaporkan Ketua Panitia Acara Untukmu Indonesia ke Bareskrim KKP Gambir Jakarta Pusat, Rabu (2/5), didampingi kuasa hukumnya.
Foto: Republika/Rahma Sulistya
Orang tua dari korban tewas dalam acara bagi-bagi sembako di Monas, melaporkan Ketua Panitia Acara Untukmu Indonesia ke Bareskrim KKP Gambir Jakarta Pusat, Rabu (2/5), didampingi kuasa hukumnya.

REPUBLIKA.CO.ID,  JAKARTA -- Mahesa Junaedi (12) termasuk salah satu korban meninggal akibat berdesak-desakan ketika mengantre penukaran kupon dengan sembako, dalam acara yang digelar oleh oleh Forum Untukmu Indonesia (FUI) di Monumen Nasional (Monas), Sabtu (28/4) lalu. Mahesa diketahui pergi ke Monas tanpa didampingi oleh orang tuanya.

Ketua RT 4 RW 11, Kelurahan Pademangan Barat, Jakarta Utara, Muslim mengungkapkan, Mahesa berangkat bersama ketiga temannya menuju Monas. Ketiganya berangkat menggunakan bus yang telah disediakan di titik penjemputan yaitu di SMA N 40 Jakarta Utara yang tidak jauh dari kediaman korban.

"Berangkatnya itu tergiurnya sama mobil-mobil yang berjejer itu. Ada mobil penjemputan. Ada Mikrolet, ada Kopaja, ada Metromini. Ada mobil tentara juga. (Itu) Pagi, banyak (busnya), sekitar 10 ada," kata Muslim saat ditemui di lokasi, Rabu (2/5).

Muslim menuturkan, pada saat korban berangkat ke Monas, orang tuanya sedang tidak berada di rumah. "Orang tuanya (ayahnya) lagi kerja, ibunya lagi nganterin anaknya yang paling kecil berobat ke rumah sakit," tambah Muslim.

Awalnya, Muslim sama sekali tidak mendapat informasi bahwa akan ada pemberian kupon tersebut. Bahkan, tidak ada pihak yang melapor kapadanya untuk menyebarkan kupon di wilayah tersebut. Muslim mengaku, ia baru tahu adanya pembagian kupon setelah beberapa warganya mendapatkan pembagian kupon. Ia pun tidak tahu siapa yang membagikan kupon tersebut kepada warganya.

"Gak ada (pemberitahuan terkait pembagian kupon ke RT). Ibu Lurah kemarin bilang juga gak ada. RW juga gak ada. Sudah pada berangkat saja karena ada pembagian kupon, (informasinya) besok jam 07.00 WIB ada kumpul di ruko (Ruko Permata Ancol), juga ada di SMA 40," kata Muslim.

Berdasarkan informasi yang ia dapatkan, ada 10 warganya yang mendapatkan kupon tersebut. Namun, hanya lima warga di RT 4 RW 11 yang berangkat bersama warga lainnya menuju Monas menggunakan 10 bus yang telah disiapkan di titik penjemputan.

"Kalau kuponnya yang bagi-bagi saya gak tahu. Tahu-tahu orang sudah pada pegang kupon semua. 10 orang ada lah yang dapat kupon dari sini (RT 4 RW 11). Yang berangkat ada sekitar lima orang," kata Muslim.

Seperti diketahui, Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno menyebutkan kedua bocah Mahesa Junaedi (12) dan M Rizki Saputra (10) meninggal dunia karena ikut dalam antrian bagi-bagi sembako yang digelar oleh Forum Untukmu Indonesia pada Sabtu (28/4) lalu.

Sandiaga merasa prihatin atas hilangnya dua anak korban tewas warga Pademangan, Jakarta Utara itu. Pihak Pemprov DKI Jakarta juga akan menginvestigasi penyebab sesungguhnya atas kematian dua anak yang disebut-sebut dehidrasi dalam antrean sembako di acara Untukmu Indonesia.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement