Senin 19 Mar 2018 18:03 WIB

Marak Skimming, Polri Dorong Perbankan Tingkatkan Keamanan

Patroli keamanan di lokasi ATM apalagi yang di tempat umum lebih ditingkatkan.

Rep: Arif Satrio Nugroho/ Red: Andi Nur Aminah
 Warga mengunakan fasilitas Anjungan Tunai Mandiri (ATM) di Jakarta, Senin (18/1).
Foto: Republika/ Tahta Aidilla
Warga mengunakan fasilitas Anjungan Tunai Mandiri (ATM) di Jakarta, Senin (18/1).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Terkait maraknya pembobolan anjungan tunai mandiri (ATM) belakangan ini, Polri mendorong agar perbankan juga melakukan peningkatan keamanan di samping Polri yang melakukan penegakkan hukum. Peningkatan keamanan itu diharapkan dilakukan dari segi manajemen manusia maupun dalam hal teknis.

"Polri mendorong agar semua aware terhadap ATM-ATM ini. Misalnya waralaba yang ada jangan hanya berorientasi kepada penjualan atau market-nya saja," ujar Kepala Biro Hubungan Masyarakat Polri Brigadir Jenderal Polisi Mohammad Iqbal di Markas Besar Polri, Jakarta, Senin (19/3).

 

photo
Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Pol Mohammad Iqbal

Iqbal berharap patroli keamanan di lokasi ATM, terlebih ATM yang terletak di tempat umum lebih ditingkatkan lagi. Di samping itu, dengan adanya modus skimming ini, menurut Iqbal hal ini menunjukkan adanya peningkatan penggunaan teknologi untuk kejahatan. Maka dari itu Polri juga mengimbau agar perbankan juga melakukan pengamanan dari segi teknologi. "Perbankan kami dorong untuk meningkatkan secara teknis security daripada ATM," kata dia.

Maraknya skimming ini ditunjukkan dengan hilangnya sejumlah saldo dari nasabah Bank Rakyat Indonesia (BRI) di Purwokerto dan Kediri. Di samping itu, Polda Metro Jaya juga baru saja menangkap lima WNA yang menjadi pelaku skimming di berbagai kota Indonesia. Meski dua kasus tersebut tidak terkait, masyarakat tetap diminta untuk waspada.

 

photo
Warga mengunakan fasilitas Anjungan Tunai mandiri di Jakarta, Selasa (17\1).

Sekretaris Perusahaan BRI Bambang Tribaroto dalam keterangan tertulisnya menyatakan, saat ini BRI tengah melakukan enhancement keamanan di teknologi e-channel BRI. BRI mengambil langkah preventif mengamankan uang nasabah baik dari sisi teknologi maupun kebijakan. "BRI terus melakukan edukasi bagi nasabahnya serta masyarakat secara umum dalam mengamankan transaksi perbankan sehari-hari," kata Bambang.

Sebelumnya empat Warga Negara Asing (WNA) asal Rumania dan Hungaria dibekuk Polda Metro Jaya lantaran melakukan pembobolan ATM BRI lewat dengan modus skimming.Tiga orang pelaku yang merupakan WNA asal Rumania, yakni Caitanovici Andrean Stepan, Raul Kalai alias Lucian Meagu, dan Ionel Robert Lupu. Satu WNA asal Hungaria adalah Ferenc Hugyec, dan satu WNI adalah Milah Karmilah. Menyusul, seorang warga Hungaria, KVB ditangkap.

Di Kediri dan Purwokerto, puluhan nasabah BRI juga mengaku kehilangan saldonya. Namun kasus ini, menurut Kepolisian tidak memiliki kaitan dengan para pelaku yang ditangkap oleh Polda Metro Jaya.

 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement