Rabu 17 Jan 2018 20:19 WIB

Pelabuhan Kuala Tanjung Ditargetkan Rampung Maret 2018

Rep: Issha Harruma/ Red: Nidia Zuraya
Pekerja melakukan proses pembangunan lantai jembatan dermaga Terminal Multi Purpose Pelabuhan Kuala Tanjung milik Pelindo I, di Batubara, Sumatra Utara. ilustrasi
Foto: Antara/Irsan Mulyadi
Pekerja melakukan proses pembangunan lantai jembatan dermaga Terminal Multi Purpose Pelabuhan Kuala Tanjung milik Pelindo I, di Batubara, Sumatra Utara. ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, BATUBARA -- Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menargetkan pembangunan pelabuhan Kuala Tanjung selesai pada Maret 2018. Pelabuhan ini pun diperkirakan akan mulai beroperasi sebulan kemudian atau pada bulan April.

Hal ini disampaikan Budi saat meninjau perkembangan pembangunan jalur kereta api dan pelabuhan Kuala Tanjung di kabupaten Batubara, Sumut, Rabu (17/1). Budi mengatakan, pelabuhan Kuala Tanjung didukung dengan moda kereta api yang terintegrasi. Untuk kereta api, pemerintah menargetkan jalur Bandar Tinggi-Kuala Tanjung akan tuntas akhir tahun ini.

"Jalur kereta api mungkin akan selesai akhir tahun ini, sementara pelabuhan Kuala Tanjung juga akan selesai bulan Maret, sehingga April sudah berjalan. Untuk sementara, pelabuhan ini akan disupport dengan jalur jalan raya melalui jalan tol," kata Budi, Rabu (17/1).

Budi mengklaim, sejauh ini, tidak ada kendala dalam pembangunan pelabuhan Kuala Tanjung. Dengan progres yang ada saat ini, pemerintah pun sudah dapat segera menarik investor sebanyak-banyaknya. Apalagi, pelabuhan ini, kata Budi, didukung dengan sistem transportasi yang terintegrasi, seperti jalan tol dan jalur kereta api.

"Selama ini pelabuhan-pelabuhan Singapura dan Port Klang yang digunakan nanti bisa pindah ke sini," ujar Budi.

Sementara itu, Dirut PT Prima Multi Terminal, Hosaidi Apriza Putra mengatakan, untuk progres fasilitas sisi laut pelabuhan, hingga akhir tahun 2017 lalu sudah mencapai 96,03 persen. Sementara untuk fasilitas sisi darat 76,91 persen dan untuk progres total sudah mencapai 86,68 persen.

"Pelabuhan ini akan terintegrasi dengan Kawasan Ekonomi Khusus atau KEK Sei Mangkei," kata Hosaidi.

Jalur kereta api Bandar Tinggi-Kuala Tanjung diketahui akan diintegrasikan menuju KEK Sei Mangkei. Dengan begitu, hasil produk dari kawasan itu dapat langsung dikirim melalui pelabuhan Kuala Tanjung.

Saat ini, angkutan barang dari KEK Sei Mangkei harus melewati pelabuhan Belawan sejauh 140 Km dengan waktu tempuh kurang lebih empat jam. Namun, jika melalui pelabuhan Kuala Tanjung dengan jarak 40 Km, maka waktu tempuh menjadi hanya satu jam.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement