Kamis 21 Dec 2017 21:54 WIB

DPRD Bantul Cermati Lambatnya Pemasangan Penerangan Jalan

Perawatan penerangan jalan umum. Ilustrasi
Foto: Republika/Yogi Ardhi
Perawatan penerangan jalan umum. Ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, BANTUL -- Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, mencermati pekerjaan pemasangan penerangan jalan umum tahun anggaran 2017 di semua wilayah yang mengalami keterlambatan dari kontrak.

"Ada dua jenis lampu jalan, yaitu konvensional dan LED, yang konvensional ini sudah lengkap, tapi yang LED ternyata terlambat, karena baru minggu ini bisa rampung, sementara kontraknya habis per 14 Desember 2017," kata Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Bantul Endro Sulastomo di Bantul, Kamis (21/12).

Pihaknya belum mengetahui penyebab pemasangan lampu penerangan jalan umum pada tahun 2017 yang mengalami keterlambatan, namun perlu dipertanyakan sebab dalam keterlambatan itu ada denda yang dibebankan tiap hari.

Selain lampu konvensional, kata dia, untuk penerangan jalan LED hingga saat ini belum ada tanda-tanda selesai dipasang, sementara dalam kontraknya pekerjaan selesai 22 Desember, sehingga tinggal satu hari untuk diselesaikan.

"Yang parah ini adalah yang LED, yang pemenangnya PT Sarana Karya Prakarti, karena ternyata sampai 21 Desember ini baru terpasang tiang-tiangnya saja, untuk lampunya belum, sedangkan 'deadline' itu per tanggal 22 Desember, kan tidak mungkin kalau besok rampung," katanya.

Apalagi, kata dia, informasi yang diterima untuk lampu yang akan dipasang pada tiang-tiang itu belum ada, sehingga pihaknya akan menanyakan kepada dinas teknis kenapa hal ini bisa terjadi, padahal anggaran juga sudah tersedia.

"Apalagi kalau kita lihat tiang yang terpasang ini, laporan dari anggota fraksi kami itu tipis banget, makanya kita harus perlu menanyakan speknya sebetulnya bagaimana, karena kualitasnya kurang memuaskan, apalagi lampu sampai detik ini belum datang," katanya.

Endro juga mengatakan pemasangan lampu jalan itu selesai ukurannya adalah ketika sudah bermanfaat bagi masyarakat Bantul, sehingga tidak hanya lampu yang sudah selesai terpasang, tetapi menyala dan memberikan pencahayaan jalan.

"Kalau ini kan belum memberikan manfaat bagi masyarakat Bantul, apalagi ukurannya itu sudah nyala. Jadi ini akan kami cermati karena pasti ada keterlambatan dan kami akan pertanyakan spek tiang lampu itu," katanya.

Menurut dia, pihaknya belum mengetahui pasti titik-titik mana saja yang dipasangi penerangan jalan itu, namun menyebar di seluruh Bantul seperti di ruas jalan wilayah Kecamatan Sedayu dan Pandak, namun dalam waktu dekat akan dikomunikasikan.

"Ini anggaran bersumber dari APBD Bantul, kalau nilainya saya tidak tahu pasti, sekitar Rp7 miliar, dan anggaran per tiang itu Rp20 juta, jadi kalau dihitung ada ratusan titik dan jaraknya dari tiang ke tiang 50 meter," katanya.

 

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement