Ahad 26 Nov 2017 08:45 WIB

Pemkab Sukabumi Protes Serapan Beras Rastra oleh Bulog

Rep: Riga Nurul Iman/ Red: Andri Saubani
Kepala Perum Bulog Subdivre Cianjur Rizaldi tengah melihat kualitas beras di Gudang Bulog Pasir Halang Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Sukabumi Rabu (15/3).
Foto: Republika/Riga Nurul Iman
Kepala Perum Bulog Subdivre Cianjur Rizaldi tengah melihat kualitas beras di Gudang Bulog Pasir Halang Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Sukabumi Rabu (15/3).

REPUBLIKA.CO.ID, SUKABUMI -- Pemerintah Kabupaten Sukabumi memprotes penyerapan beras Bulog yang lebih banyak mendatangkan dari luar Sukabumi. Padahal, produksi beras Sukabumi setiap tahunnya surplus minimal sebanyak 250 ribu ton.

"Penyerapan beras sejahtera (rastra) dari Sukabumi kurang lebih sekitar lima hingga enam ribu ton per tahun," ujar Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Sukabumi Sudrajat kepada wartawan Ahad (26/11). Jumlah tersebut lanjut dia masih sedikit.

Menurut Sudrajat, pada 2017 ini Kabupaten Sukabumi mendapatkan kuota beras rastra sebanyak  29.438 ton atau hampir 30 ribu ton. Dari jumlah tersebut, kata dia, beras yang berasal dari Sukabumi maksimal enam ribu ton dan sisanya atau sebagian besar dari luar terutama dari Kabupaten Indramayu.

Kondisi ini terang Sudrajat, menjadi perhatian karena produksi beras Sukabumi sejak lima tahun lalu mengalami surplus antara 250 ribu ton hingga 360 ribu ton per tahun. Capaian tertinggi surplus kata dia terjadi pada 2016 sebanyak 360 ribu ton karena musim hujan yang merata sepanjang tahun.

Ditambahkan Sudrajat, masuknya beras dari luar Sukabumi menyebakan stok beras di Sukabumi cukup banyak. Dampaknya lanjut dia harga beras di lapangan menjadi rendah.

Sudrajat mengatakan, pemkab telah melakukan protes kepada Bulog mengenai penyerapan beras dari luar Sukabumi. Protes ini lanjut dia dijawab oleh Bulog dengan menyatakan keterbatasan tempat untuk menyimpan beras di Sukabumi.

Saat ini, ungkap Sudrajat, di Sukabumi hanya memiliki dua gudang beras yakni di Pasir Halang Sukaraja dan Jampang. Kapasitas penampungan beras di Sukaraja maksimal 3.500 ton dan Jampang sebanyak 1.000 ton.

Pada musim panen raya pertama Februari, Maret dan April, di Sukabumi tidak bisa menampung beras terlalu banyak hasil panen, cetus Sudrajat. Oleh karenanya pada 2018 akan dibangun gudang di Jampang dan Sagaranten yang bisa menampung beras antara empat hingga lima ribu ton per tahun.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement