Selasa 24 Oct 2017 12:47 WIB

JK: Panglima TNI tak Perlu Penuhi Undangan ke AS

Rep: Rizky Jaramaya/ Red: Bilal Ramadhan
Jusuf Kalla
Foto: Republika/Raisan Al Farisi
Jusuf Kalla

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Panglima TNI Gatot Nurmantyo ditolak masuk ke Amerika Serikat oleh pemerintah setempat. Rencananya, Gatot akan menghadiri Chiefs of Defense Conference on Countering Violent Extremist Organization yang berlangsung pada 23-24 Oktober 2017.

Adapun Gatot diundang secara resmi oleh Kepala Staff Gabungan Angkatan Bersenjata Amerika Serikat Joseph F Dunford. Menanggapi hal tersebut, Wakil Presiden Republik Indonesia Jusuf Kalla mengatakan, intinya Pemerintah Amerika Serikat sudah meminta dan menyesalkan kejadian tersebut.

"Mereka (Amerika Serikat) sudah minta maaf dan menyesalkan kejadian itu, dan tetap mengundang pak panglima (Gatot) untuk hadir walapun tentu kita merasa perlu untuk kali ini tidak memenuhi undangan, karena sudah ada kejadian itu," ujar Jusuf Kalla usai melakukan pertemuan bilateral dengan wakil presiden Nigeria di Ruang VVIP Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Selasa (24/10).

Jusuf Kalla menjelaskan, Pemerintah Indonesia sampai sekarang belum mengetahui alasan terkait penolakan tersebut. Pemerintah telah berupaya untuk melakukan komunikasi dengan Pemerintah Amerika Serikat melaui Menteri Luar Negeri Retno Marsudi.

"Mungkin ada masalah administrasi atau apa kita tidak tahu," kata Jusuf Kalla.

Seperti diketahui, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo ditolak masuk ke Amerika Serikat. Kabar penolakan ini sebelumnya telah disampaikan Emirates, maskapai penerbangan yang sedianya akan membawa Gatot bersama Istrinya ke Amerika Serikat. Gatot seharusnya menumpang pesawat Emirates EK 0357 dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Cengkareng.

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengatakan, undangan konferensi internasional ini memang ditujukan untuk Gatot. Setelah kejadian penolakan tersebut, Retno akan melakukan konfirmasi kepada Kedutaan Besar Republik Indonesia di Amerika Serikat apakah ada atase pertahanan yang hadir ke acara konferensi internasional tersebut untuk menggantikan Gatot.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement