Senin 16 Oct 2017 08:06 WIB

Hujan Deras di Lereng Slamet, Sejumlah Rumah Hanyut

Rep: Eko Widiyatno/ Red: Bayu Hermawan
Gunung Slamet.
Foto: Antara/Idhad Zakaria
Gunung Slamet.

REPUBLIKA.CO.ID, PURWQKERTO -- Hujan deras yang terjadi di lereng selatan Gunung Slamet Ahad (15/10) petang hingga malam, menyebabkan sejumlah sungai besar yang mengalir di Kabupaten Banyumas meluap. Sejumlah rumah warga kebanjiran dan beberapa infrastruktur mengalami kerusakan.

Sungai besar yang meluap antara lain Sungai Logawa, Banjaran dan Sungai Pelus yang mengalir di wilayah Kota Purwokerto. Demikian juga sejumlah sungai kecil seperti Sungai Prukut yang mengalir di wilayah Kecamatan Cilongok Kabupaten Banyumas.

Dari pemantauan di Sungai Banjaran, luapan air yang mencapai sekitar 3-5 meter dari ketinggian normal sempat menggenangi beberapa rumah yang berada di pinggiran sungai tersebut. Sedangkan luapan air Sungai Pelus, sempat membuat jembatan Kali Pelus di Kelurahan Mersi Kecamatan Purwokerto Timur ditutup sementara.

 Komandan Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kabupaten Banyumas, Adi Candra, menyebutkan luapan air Sungai Banjaran 5 rumah warga, satu mushola dan bala pertemuan RT di Keluarahan Kober Kecamatan Purwokerto Barat. Demikian juga di wilayah Keluarahan Kedungwuluh Kecamatan Purwokerto barat, luapan air sungai menggenanngi lima rumah warga.

 ''Ketinggian air mencapai sekitar 1 meter pada pukul 18.30. Namun setelah itu, air berangsur-angsur mulai surut,'' ujarnya. 

Sementara banjir Sungai Pelus tidak hanya menyebabkan beberapa rumah tergenang air, melainkan juga menyebabkan membuat beberapa unit rumah terseret arus air. Di Kelurahan Mersi, pondasi tebing belakang rumah satu keluarga mengalami longsor sehingga penghuni rumah diungsikan

Sedangkan di Desa Dukuhwaluh Kecamatan Kembaran, banjir sungai Pelus menyebabkan tiga kamar kos bagian belakang milik warga dan satu rumah warga lainnya, tergerus banjir.

Selain dua sungai tersebut, di wilayah hulu Sungai Logawa Desa Baseh Kecamatan Kedungbanteng, banjir pada sungai tersebut juga menyebabkan beberapa unit kendaraan warga hanyur terbawa banjir. Kendaraan yang hanyut terdiri dari empat unit sepeda motor hanyut, 1 unit mobil L300, 1 unit dumtruk.

''Kendaraan-kendaraan yang hanyut kebanyakan milik penambang yang sedang menambang di sungai tersebut. Pemiliknya tidak sempat menyelamatkan kendaraannya, karena bannir Sungai Logawa datang secara tiba-tiba,'' jelasnya.

 Sedangkan banjir Sungai Prukut, menurut Adi Candra, menyebabkan jembatan kecil yang hanya untuk dilalui sepeda motor, hancur diterjang banjir. Jembatan tersebut merupakan jembatan penghubung bagi warga Dusun Karanggondang menuju ke Desa Sambirata Kecamatan Cilongok.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement