Senin 03 Jul 2017 14:43 WIB

Said Aqil tak Sangka Ulang Tahunnya Dirayakan

Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siradj memberikan pemaparan saat diskusi bersama awak media yang diselenggarakan di Perpustakaan PBNU, Jakarta, Jumat (19/5).
Foto: Republika/Raisan Al Farisi
Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siradj memberikan pemaparan saat diskusi bersama awak media yang diselenggarakan di Perpustakaan PBNU, Jakarta, Jumat (19/5).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PB NU) KH Said Aqil Siradj mengaku kaget hari ulang tahunnya (ultah) dirayakan bersama dengan seluruh pegawai di lingkungan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) bersamaan dengan halalbihalal.

"Iya, saya enggak mengira. Tua sudah. Usia saya sudah 64 tahun," kata Said Aqil usai memberikan tausiah halalbihalal dihadapan pegawai Kemenpora di Wisma Kemenpora, Jakarta, Senin (3/7).

Said Agil Siradj lahir Kempek, Palimanan, Cirebon, Jawa Barat 3 Juli 1953 yang merupakan putra kedua dari pasangan KH Aqil Siradj dan Hj Afifah. Perayaan ulang tahun Said Aqil Siradj di Wisma Kemenpora ini dilakukan setelah memberikan tausiah berikut pembacaan doa pada hari pertama kerja pegawai Kemenpora setelah cuti bersama perayaan Hari Raya Idul Fitri 1438 Hijriah.

Kue ulang tahun berikut lilin langsung dibawa ke panggung oleh pegawai Kemenpora. Menpora Imam Nahrawi berikut dengan pejabat Kemenpora langsung turut serta dalam perayaan ulang tahun orang nomor satu di PB NU itu.

Tidak ketinggalan lagu selamat ulang tahun juga dinyanyikan oleh biduan yang diundang dalam halalbihalal tersebut. Saat ditanya soal tiup lilin, Said Aqil menjawab dengan tersenyum. "Hahahaha.. Enggak mengira, Enggak menyangka," kata ulama yang sekaligus seorang akademisi itu.

Tidak ingin membahas lebih lanjut masalah tiup lilin, Said Aqil justru fokus menjelaskan makna halalbihalal yang baru saja digelar oleh Kemenpora. Pihaknya ingin kegiatan seperti ini terus dilakukan demi meningkatkan solidaritas antarumat manusia.

Halalbihalal, kata dia merupakan salah satu nama ciri khas Islam Nusantara yang memilki hakekat silaturahim. Pihaknya menjelaskan jika istilah halalbihalal memang tidak ada dalam Alquran. Namun, pada dasarnya kegiatan ini adalah untuk bersilaturahim.

Pada hari pertama masuk setelah cuti panjang Hari Raya Idul Fitri 1438 H, pegawai Kemenpora terbilang hampir semuanya hadir. Bahkan, semuanya terlibat silaturahim yang dipimpin langsung Menpora Imam Nahrawi.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement