Kamis 08 Jun 2017 11:28 WIB

Panglima: TNI Tetap Bersatu dengan Rakyat dan Ulama

Rep: Amri Amrullah/ Red: Indira Rezkisari
Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo (kiri) bersama Pangdam Iskandar Muda Mayjen TNI Moch Fachrudin S.Sos (tengah) berbincang dengan warga saat menghadiri silahturrahmi dan safari Ramadan di Makodam IM, Banda Aceh, Aceh, Rabu (31/5).
Foto: Antara/Irwansyah Putra
Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo (kiri) bersama Pangdam Iskandar Muda Mayjen TNI Moch Fachrudin S.Sos (tengah) berbincang dengan warga saat menghadiri silahturrahmi dan safari Ramadan di Makodam IM, Banda Aceh, Aceh, Rabu (31/5).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo menegaskan bahwa, sampai kapanpun TNI tetap bersatu dengan rakyat dan para ulama. Bersatunya TNI dengan rakyat dan ulama ini demi keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), serta  melindungi keselamatan negara dan bangsa.

Demikian dikatakan Panglima TNI pada acara buka puasa bersama dengan ribuan tokoh masyarakat, tokoh adat, santri, ulama dan keluarga besar TNI-Polri, di Masjid Al-Munawar, Ternate, Maluku Utara, Rabu malam (7/6).

Panglima TNI menyatakan bahwa, keberadaan personel TNI dan Polri dimanapun mereka berada adalah untuk melindungi dan menjaga masyarakat agar merasa aman dan tenang.  “Saya minta kepada seluruh masyarakat Indonesia, apabila mengetahui ada orang-orang yang tidak dikenal dan kemungkinan datang dari Marawi Filipina, segera laporkan kepada pihak kepolisian maupun TNI,” tegasnya.

Gatot Nurmantyo juga menuturkan tentang  perjuangan Panglima Besar Jenderal Sudirman dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Pada saat itu Jenderal Sudirman memimpin perang gerilya untuk merebut wilayah Yogjakarta dari penjajah Belanda, anak buahnya sering memanggil Pak Sudirman dengan sebutan Kyai.

“Hal ini dikarenakan Jenderal Sudirman merupakan seorang santri, guru agama dan menjadi kepala sekolah dari organisasi keagamaan yaitu Muhammadiyah, yang selalu menjalankan syariat Islam,” jelasnya.

Panglima TNI Jenderal TNI mengingatkan bahwa dalam memimpin tentara harus mengutamakan kaidah-kaidah agama dan bertutur kata yang halus, seperti yang dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW. Di hadapan ribuan jamaah yang hadir, Panglima TNI menceritakan bahwa ada seorang pemuda yang dalam waktu empat hari berhasil membangun tembok dengan teliti dan rapi, menggunakan 1.000 batu bata. Namun, saat pemuda mengetahui dan melihat ada 2 batu bata yang tidak bagus pada bangunan tersebut.

Lanjut Gatot, lalu pemuda itu menyesali dan akan membongkar semua bangunan. Ketika pemuda tersebut hendak membongkar bangunannya, tiba-tiba ada seorang lelaki tua datang dan meminta air minum kepada pemuda tersebut. Lelaki tua ini lantas memuji dan berkata, alangkah indahnya bangunan ini, siapa yang membangunnya tanya lelaki tua itu.

“Pemuda itu menjawab saya yang membangun tembok itu. Apakah Bapak tidak melihat ada 2 batu bata yang jelek? Lalu jawab lelaki tua, saya melihat ada 2 batu bata yang jelek, tetapi saya lebih menghargai 998 batu bata yang sempurna. Mendengar apa yang dikatakan lelaki tua tersebut, si pemuda menjadi sadar dan mengurungkan niatnya untuk membongkar bangunannya,” ungkap Jenderal TNI Gatot Nurmantyo.

Dari cerita, Gatot ingin umat Islam mengambil hikmah, semua manusia memiliki kekurangan, yang sempurna hanya milik Allah SWT. “Apabila kita melihat sesuatu, lihatlah yang baik dulu, baru yang jeleknya. Kalau mau menjadi orang yang luar biasa, pasti mempunyai banyak kebaikan dan sedikit kekurangannya,” ujarnya.

Sementara itu menjawab pertanyaan awak media terkait pengamanan wilayah Maluku Utara yang berbatasan dengan Marawi Filipina. Gatot menegaskan, akan menambah pasukan di wilayah Ternate untuk patroli di laut, kemudian pesawat Boeing pengintai dari Koopsau II TNI AU yang akan mengamati.

Apabila ada perkembangan situasi di wilayah udara segera memberikan laporan. “Saya menambah personel satu kompi TNI AD dan beberapa Kapal TNI AL, selanjutnya akan saya amankan setiap pantai di wilayah Maluku Utara,” tegasnya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement