Selasa 06 Jun 2017 23:04 WIB

Karwo Tawari Jepang Bangun Pabrik Mobil di Jatim

Rep: Binti Sholikah/ Red: Ilham
Gubernur Jawa Timur (Jatim) Soekarwo
Gubernur Jawa Timur (Jatim) Soekarwo

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Gubernur Jawa Timur Soekarwo memberi penawaran Jepang untuk membangun pabrik mobil di Jatim. Dari sisi investor, pembangunan pabrik di Jatim akan mengurangi ongkos distribusi sehingga dapat menekan harga jual.

Tawaran itu disampaikan Gubernur Jatim saat menerima Konjen Jepang di Surabaya, Mr Masaki Tani di Kantor Gubernur Jatim, Jl Pahlawan No 110 Surabaya, Selasa (6/6). Karwo menyatakan, prospek ekonomi Jatim sangat cerah. Hal itu dibuktikan dengan pertumbuhan ekonomi yang relatif stabil, masing-masing 6,08 persen pada 2013, 5,86 persen pada 2014, 5,44 persen pada 2015, dan 5,55 persen pada 2016. Sampai kuartal I 2017, pertumbuhan ekonomi Jatim mencapai 5,37 persen (year on year).

Ia juga menyebut, pendapatan per kapita atau pendapatan rata-rata penduduk Jatim juga terus meningkat. Pada 2016, pendapatan per kapita mencapai 3.600 dolar AS, jauh meningkat dibandingkan 2009 yang hanya 2.100 dolar AS. Ia memprediksi, pendapatan per kapita tahun ini mencapai 3.900 dolar AS, dan pada 2020 dapat mencapai 5.000 dolar AS.

"Jika pendapatan per kapita naik, maka kelas menengah ikut naik. Artinya, kemampuan daya beli juga meningkat, termasuk dalam membeli mobil. Potensi itulah yang bisa dioptimalkan Jepang jika membangun pabrik di sini," kata Karwo melalui siaran pers yang diterima Republika.co.id.

Karwo menambahkan, di Asia Tenggara, pabrik mobil Jepang hanya ada di Thailand. Sehingga dibutuhkan ongkos distribusi, dan ongkos-ongkos lainnya dalam proses pengiriman dan penjualan mobil ke Indonesia. Hal itu menyebabkan harga jual mobil di tingkat konsumen menjadi lebih mahal.

"Dengan didirikannya pabrik di Jatim tentu dapat menekan harga, apalagi ditunjang pendapatan per kapita Jatim yang terus naik. Dapat dipastikan produk akan lebih laris. Apalagi Jatim menjadi pusat ekonomi Indonesia bagian Timur yang melayani 120 juta jiwa penduduk," imbuhnya.  

Konjen Jepang di Surabaya, Mr Masaki Tani menyatakan kesiapannya dalam mengakomodasi permintaan Karwo. Di antaranya dengan mengundang pimpinan perusahaan otomotif besar untuk berbicara lebih lanjut tentang wacana pendirian pabrik di Jatim.

Menurut Mr Masaki, Jepang dan Indonesia, khususnya Jatim telah menjalin kerja sama sejak lama, baik kerja sama dalam bidang budaya, pendidikan, sosial dan kemanusiaan. Karena itu, ia optimis kerja sama di bidang ekonomi akan semakin mempererat hubugan kedua belah pihak.

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement