REPUBLIKA.CO.ID, GARUT -- Puluhan mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Garut menggelar aksi simpatik di Bundaran Simpang Lima, Kabupaten Garut pada Rabu, (12/4). Aksi tersebut mengajak masyarakat supaya selalu menyayangi ibu.
Aksi mahasiswa tersebut juga sebagai ungkapan keprihatinan terhadap kasus seorang ibu Siti Rokayah (83 tahun) yang digugat anaknya ke Pengadilan Negeri Kabupaten Garut. Gugatan anak pada ibu kandungnya sendiri itu lantaran masalah utang piutang.
Salah satu mahasiswi, Shintya Maharani Putri merasa turut prihatin dengan terkuaknya kasus di Garut tentang anak mengugat ibunya. Tak tanggung-tanggung pula, gugatan sang anak pada ibunya itu mencapai 1,8 miliar rupiah.
"Harapannya lewat aksi ini menyadarkan dan mengingatkan kembali seluruh umat manusia tentang pentingnya sosok ibu. Sayangilah ibu, maka selamatlah kamu, sesukses apapun kita, ibu tetap nomor satu," katanya.
Ia juga ikut mengomentari kasus yang menimpa Siti Rokayah. Menurutnya, kasus itu tidak seharusnya diselesaikan di persidangan karena ada jalur kekeluargaan yang lebih baik untuk menyelesaikan utang piutang.
"Kan cara itu lebih baik daripada harus menggugat ibu ke pengadilan. Sangat tidak layak seorang anak menggugat ibunya sendiri," ujarnya.
Diketahui, aksi mahasiswa itu dilakukan dengan berorasi secara bergantian tentang menyayangi dan menghormati ibu. Selain itu, para mahasiswa membagikan bunga dan stiker kepada masyarakat pengguna jalan yang melintasi kerumunan aksi simpatik tersebut. Bahkan rencananya para mahasiswa akan mendatangi rumah Siti Rokayah untuk menyampaikan dukungan moral.