Kamis 10 Nov 2016 15:15 WIB

NTB Sampaikan Belasungkawa Meninggalnya WNA Malaysia di Rinjani

Rep: Muhammad Nursyamsyi/ Red: Ilham
Gunung Rinjani (ilustrasi).
Foto: Republika/ Wihdan
Gunung Rinjani (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID, MATARAM -- Pemerintah Provinsi NTB menyampaikan duka cita yang mendalam atas tewasnya warga negara asal Malaysia, Ng Yin Teck (24 tahun), di lokasi pemandian air panas Aik Kalaq, Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR). Proses evakuasi dilakukan sejak Rabu (9/11) pagi dan selesai pada malam sekitar pukul 22.40 Wita.

"Pemprov NTB menyampaikan rasa prihatin dan duka cita terhadap meninggalnya WNA Malaysia," kata Kepala Biro Humas dan Protokol Pemprov NTB Yusron Hadi kepada Republika.co.id, di kantor Pemprov NTB, Jalan Pejanggik, Mataram, Kamis (10/11).

Pemprov NTB, lanjutnya, berharap proses evakuasi segera bisa dilakukan agar jenazah bisa dikembalikan ke kampung halamannya. Pemprov NTB juga akan segera bersurat kepada Kedutaan Besar Malaysia untuk menginformasikan ada warganya yang menjadi korban.

Dia melanjutkan, kejadian ini sebaiknya bisa menjadi pelajaran bagi para pengunjung untuk tidak memaksakan kehendak dalam melakukan pendakian. Sebab, jalur pendakian di TNGR masih ditutup terkait aktivitas Gunung Barujari, yang merupakan anak Gunung Rinjani.

"Tentu ini menjadi pembelajaran bagi kita semua untuk mematuhi jadwal yang ditetapkan. Kita sangat menyayangkan hal itu terjadi dan berharap tak terulang di masa mendatang," katanya menambahkan.

Kantor SAR Mataram berhasil melakukan evakuasi terhadap korban meninggal di lokasi pemandian air panas Aik Kalaq, Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) asal Malaysia bernama Ng Yin Teck (24). Humas Kantor SAR Mataram Putu Cakra Ningrat mengatakan, sebelum Tim SAR Mataram naik ke lokasi kejadian, pihak Track Organizer (TO) telah lebih dulu mengirimkan porternya untuk menuju lokasi.

Hal tersebut dilakukan sebelum memberikan laporan telah tenggelamnya WNA Malaysia tersebut. "Porternya duluan berangkat sebelum kejadian itu, mereka sudah berangkat duluan, inisiatif sendiri," katanya.

Dia menambahkan, Tim SAR Mataram menerjunkan 13 personel untuk melakukan evakuasi. Ia menjelaskan, lamanya waktu evakuasi tak lepas dari cuaca buruk yang meliputi kawasan TNGR pada Rabu (9/11), kemarin.

"Rata-rata evakuasi di TBGR semua sulit karena medannya jauh dan sempit. Dari Danau ke Pelawangan itu enggak bisa kita angkat berempat karena jalan sempit, jadi harus berdua," katanya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement