REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengatakan Pasar Jaya akan masuk ke Kepulauan Seribu. Hal tersebut dimaksudkan agar masyarakat Kepulauan Seribu dapat membeli kebutuhan mereka dengan murah dan berkesinambungan.
"Jadi dalam konsep saya, Pasar Jaya akan jadi perkulakan besar," kata Ahok, di Pulau Pramuka, Selasa (27/9).
Orang nomor satu DKI Jakarta ini juga menyatakan ada beberapa warga yang nantinya bisa membeli kebutuhan mereka dengan murah di Pasar Jaya Kepulauan Seribu tersebut. Anggota pedagang, menurut Ahok, berhak mendapatkan kebutuhan mereka dengan harga murah.
"Kedua pemegang Kartu Jakarta Pintar (KJP). ketiga, pemegang (rekening) Bank DKI yg gajinya dapat dar Bank DKI, yang naik bus gak bayar, yang (berpenghasilan) UMP, sehingga semua orang penghasilan UMP dia simpan sekarang," ujar Ahok.
Konsep Pasar Jaya di Kepulauan Seribu ini juga tidak menetap di satu pulau. Nantinya konsep Pasar Jaya akan seperti berdagang.
Selain itu, Ahok menyediakan dua kapal sabuk nusantara dari Kementerian Perhubungan untuk mendukung konsep tersebut. Sebelumnya, satu kapal sabuk nusantara sudah didatangkan ke Kepulauan Seribu. "November masuk (kapal) yang kedua. Tinggal pelabuhan kapal dirapiin. Ia (kapal) akan terus datang tiap hari dipersilangan gini," katanya.