Jumat 05 Aug 2016 17:30 WIB

Dishub DKI Tunggu Hasil Uji Coba Penyedia Teknologi ERP

Rep: c39/ Red: Bilal Ramadhan
 Petugas dinas perhubungan mengatur kendaraan yang melintas saat  uji coba mesin electronic road pricing (ERP) di Jalan H.R. Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (30/9). (Republika/Rakhmawaty La'lang)
Petugas dinas perhubungan mengatur kendaraan yang melintas saat uji coba mesin electronic road pricing (ERP) di Jalan H.R. Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (30/9). (Republika/Rakhmawaty La'lang)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta Bsuki Tjahaja Purnama (Ahok) baru-baru ini menyatakan bahwa perusahaan yang akan dimenangkan dalam lelang proyek sistem jalan berbayar atau ERP harus bergandeng dengan perusahaan eropa. Namun, sebelumnya ia menyebut bahwa pihaknya terbuka untuk semua teknologi yang ada.

Sementara, Wakil Kepala Dinas Dishubtrans DKI Jakarta, Sigit Wijatmoko mengaku tidak mengetahui dengan detail terkait standar perusahaan yang akan dipilih untuk melaksanakan sistem ERP tersebut. Namun, kata dia, yang pasti perusahaan tersebut harus sudah berpengalaman dan saat ini pihaknya masih menunggu hasil uji coba dari penyedia teknologi ERP tersebut.

“Hanya yang perlu dipastikan bahwa teknologi yang akan kita mau aplikasikan di DKI itu sudah harus teruji  dan bisa diaplikasikan. Dan tentunya perusahaan itu sudah pernah membangun dan mengoperasikan sistem ERP,” jelas dia.

Senada dengan Ahok ia juga mengatakan bahwa Eropa menjadi rujukan bagus. Menurut dia, sebenarnya tidak hanya di eropa yang menggunakan sistem tersebut  di Jepang, Australia,  dan juga di Amerika Latin juga menggunakan sistem tersebut.

“Pokoknya kita bicara penyedianya sudah harus pernah membangun sistem ERP, “ ujar dia.

Di samping itu, mobil di Jakarta saat ini banyak yang menggunakan kaca film berbasis metal. Salah satu kaca film jenis metal di Jakarta yaitu V-Kool. Saat ini pengguna V-kool  saja sudah mencapai 50 persen dari jumlah di mobil di Jakarta.

Sementara, teknologi ERP tidak bisa tembus terhadap kaca film berbasis metal tersebut. Namun, Sigit mengatakan bahwa pihaknya belum membuat peraturan terkait hal itu. Untuk saat ini, kata dia, pihaknya akan menunggu hasil uji coba penyedian sistem ERP terlabih dahulu.

“Kita lihat nanti setelah hasil uji coba. Tidak ke detek kan itu karena kata orang, kita juga belum tahu. Kita nunggu uji coba dulu ya,” ujar dia.

“Sekali lagi proses lelang kita panjang. Dan selama proses lelang ada uji coba. Nanti kita proses ujicobanya juga tiga bulan, artinya nanti semua calon penyedia nanti dikasih kesempatan untuk uji coba. Dan itu merupakan bagian dari penilain teknis,” jelas dia.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement